• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, November 29, 2025
  • Login
totabuan.co
  • Beranda
  • Daerah
    • Kotamobagu
    • Bolmong
    • Bolsel
    • Boltim
    • Bolmut
  • Suara Anda
    • Citizen Journalist
    • Opini
    • Foto Totabuan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Sulut
  • Advertorial
  • Berita Video
  • All Sport
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kotamobagu
    • Bolmong
    • Bolsel
    • Boltim
    • Bolmut
  • Suara Anda
    • Citizen Journalist
    • Opini
    • Foto Totabuan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Sulut
  • Advertorial
  • Berita Video
  • All Sport
No Result
View All Result
totabuan.co
No Result
View All Result
Home Hukrim

Tiga Warga Tewas di Sumur Beracun

Redaksi by Redaksi
15 November 2014
in Hukrim
0
Tiga Warga Tewas di Sumur Beracun
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TOTABUAN.CO — Diduga menghirup gas beracun, tiga orang warga Kampung Parunghalang, RT 11/1 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung tewas di dalam sumur sedalam 12 mater, Jumat (14/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika  sekitar pukul 08.30 Ardianto alias dede (20) turun ke sumur untuk membetulkan mesin pempa air yang rusak.

Namun, ketika Ardianto sudah berada di dalam sumur, tiba-tiba dia mengalami kram dan berteriak meminta tolong.

Mendengar Ardianto meminta tolong, Maman (60) yang merupakan kakek Ardianto berusaha menolong. Dia kemudian masuk ke dalam sumur untuk menolong cucunya tersebut.

Lagi-lagi, setelah Maman turun, dia malah meminta bantuan karena tidak kuat. Warga yang sudah berkumpul karena teriakan Ardianto kemudian mengambil tangga.

“Saya mengambil tangga dan tali, kemudian Opik (Taufik Hidayat, 40), berinisiatif turun,” tutur Hendi Saeful (40) salah seorang saksi.

Menggunakan tangga yang diikat dengan tali, Opik yang merupakan Paman dari Ardianto turun ke dalam sumur, namun ketika sampai di dasar sumur dia terkulai lemas dan terhuyung.

“Padahal Opik sudah dilrang oleh warga, karena dia sedang kurang sehat, tapi dia keukeuh mau menolong, mungkin karena yang di dalam masih keluarganya,”terangnya.

Setelah mengetahui tiga orang warga yang masih kerabat tidak bersuara di dalam sumur, tidak ada satupun warga yang berani masuk ke dalam sumur untuk menolong mereka. Warga kemudian menghubungi petugas untuk melakukan evakuasi.

Salah seorang kerabat korban, Novi (38) menuturkan, jika sumur tersebut baru selesai dibuat sekitar satu bulan lalu oleh Maman. Pada mulanya, sumur tersebut dipompa secara manual, namun sekitar dua pekan lalu, dipasang pompa mesin.

Pada saat kejadian, pompa mesin di dalam sumur tiba-tiba mati, Ardianto berinisiatif untuk memperbaiki pompa mesin yang dipasang di dalam sumur.

Sekitar pukul 11.00, petugas gabungan dari Kepolisian, PMI dan Basarnas datang untuk melakukan evkuasi. Butuh wktu sekitar 1,5 jam bagi petugas untuk mengangkat tiga jenazah di dalam sumur.

Bahkan, satu ornag petugas dari Basarnas sempat pingsan. Dia berhasil mengevakuasi jasad Opik dan Maman. Namun, ketika hendak mengevakuasi jasad Ardianto, walaupun memakai masker, tapi dia terkulai lemas dan pingsan.

Beruntung, karena tubuhnya diikat tali, dia berhasil diselamatkan dan diangkat oleh tim yang berada di atasnya. Jasad ARdianto berhasil diangkat sekitar pukul 12.30. Sumur yang hanya berdiameter sekitar 50 cm menjadikan proses evakuasi sulit.

Kapolsek Baleendah, Kompol Susianti Rachmi mengatakan, penyebab ketiga korban meninggal di dalam sumur karena diduga di dalam sumur terdapat gas beracun.

“Sebelum melakukan evakuasi, kami cek dulu dengan ayam yang diturunkan menggunakan tali. Baru dua menit, ayam sudah mati, diduga di dalam sumur terdapat gas beracun,” tutur Kapolsek.

Ketiga korban yang telah dievakuasi langsung dimakamkan. Pihak keluarga menolak autopsi karena menyadari jika peristiwa tersebut merupakan musibah.

“Kami juga meminta agar sumur tersebut ditutup saja. Diduga memang ada gas beracun di dalamnya. Biar tidak ada lagi korban akibat gas beracun,” ujarnya.

sumber : jpnn.com

Tags: texs
Previous Post

Angkut Uang Pakai Kapal Perang

Next Post

Awal 2015 KTP Lama Tak Berlaku Lagi

Next Post
Awal 2015 KTP Lama Tak Berlaku Lagi

Awal 2015 KTP Lama Tak Berlaku Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BERITA TERKINI

Gangguan Sistem, Nasabah BSG Kehilangan Saldo
Kotamobagu

Gangguan Sistem, Nasabah BSG Kehilangan Saldo

by Redaksi
29 November 2025
0

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU — Puluhan nasabah Bank SulutGo (BSG) dibuat panik dan kecewa setelah saldo mereka hilang saat melakukan penarikan di...

Read moreDetails
Pemetaan Potensi 465 ASN Bolmong, Sinyal Rolling Jabatan Menguat di Akhir Tahun

Pemetaan Potensi 465 ASN Bolmong, Sinyal Rolling Jabatan Menguat di Akhir Tahun

28 November 2025
Layanan SPX Express Kotamobagu Disomasi akibat Return Sepihak

Layanan SPX Express Kotamobagu Disomasi akibat Return Sepihak

28 November 2025
DLH Bolmong Paparkan Indeks Kualitas Air Sungai Dumoga

DLH Bolmong Paparkan Indeks Kualitas Air Sungai Dumoga

28 November 2025
Bupati Bolmong Tekankan Peran Guru, Tenaga Kesehatan dan ASN Mewujudkan Generasi Emas 2045

Bupati Bolmong Tekankan Peran Guru, Tenaga Kesehatan dan ASN Mewujudkan Generasi Emas 2045

27 November 2025
totabuan.co

© 2019 TOTABUAN.CO by PMTech.

TENTANG TOTABUAN.CO

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

IKUTI KAMI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kotamobagu
    • Bolmong
    • Bolsel
    • Boltim
    • Bolmut
  • Suara Anda
    • Citizen Journalist
    • Opini
    • Foto Totabuan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Sulut
  • Advertorial
  • Berita Video
  • All Sport

© 2019 TOTABUAN.CO by PMTech.