Mantan Ketua DPRD Bolsel Ditetapkan Tersangka

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Urban Bolaang Uki menyimpulkan Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi Herson Mayulu SIP, telah dihina melalui jejaring sosial Facebook. Pelakunya adalah oknum yang identitasnya dan sejumlah barang bukti ditangannya, telah dikantongi pihak kepolisian. “Dari pemeriksaan melalui saksi ahli bahasa di Tondano, dapat di simpulkan murni penghinaan dan cacian, serta pencemaran nama baik Bupati Bolsel,"kata Kapolres Bolmong, AKBP Hissar Siallagan SIK, melalui Kapolsek Urban Bolaang Uki, AKP Brami Tamalihis. Kasus penghinaan Bupati Bolsel ini, sudah masuk tahap penyelidikan Polsek Urban Bolaang Uki. Dalam penyelidikan, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, termasuk saksi ahli tata bahasa di Tondano. Tak hanya itu, bahkan dalam waktu dekat, pihak kepolisian rencananya akan meminta saksi ahli dari Jakarta, termasuk ahli infokom. Penghinaan yang diunggah melalui acount Facebook tersebut, conten (isi)nya berupa penghinaan berat dan pencemaran nama baik Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu SIP. Kapolsek Urban Bolaang Uki, AKP Brami Tamalihis, mengaku kasus ini akan ditangani serius oleh pihak Polsek Urban Bolaang Uki, sesuai dengan barang bukti yang ada. "Barang bukti sudah kami tahan, berupa handphone untuk mengupload status, sekaligus nomor Hp-nya," terang Tamalihis. Dikatakannya lagi, Jika pencemaran nama baik itu terbukti, maka ancaman hukumannya 6 tahun penjara. "Untuk sementara belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, karena kita akan melengkapi data serta keterangan para saksi ahli," tambahnya.
Marshel Aliu

TOTABUAN.CO BOLSEL– Penyidik Reserse dan Kriminal Polres Bolmong resmi menetapkan Marshel Aliu sebagai tersangka. Penetapan tersangka kepada mantan Ketua DPRD Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) ini atas kasus laporan penghinaan yang dilaporkan Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu 2016 lalu.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, kesimpulannya unsur tentang penghinaan dan pencemaran nama baik terpenuhi dan statusnya kita naikkan menjadi tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas.

Bacaan Lainnya

Dari pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya, lima saksi dipanggil untuk memberikan keterangan. Selain itu dua saksi ahli juga dihadirkan penyidik yakni saksi ahli bahasa dan saksi ahli pidana. Saa ini  berkas tersebut sudah masuk tahap satu di Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Akibat dari laporan tersebut, Marshel diancam dengan pasal 310 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

 

Penulis: Hasdy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses