Bolmong Gunakan Sistem e-Budgeting Untuk Penyusunan APBD 2019

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat membuka kegiatan Musrenbang tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu

Advertorial

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) mulai melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019, di Lantai III Kantor Bupati pada Rabu (07/11/2018).

Bacaan Lainnya
Sekda Bolmong Tahlis Gallang saat memimpin penyusunan APBD 2019

Pembahasan APBD tersebut telah melalui beberapa tahap mulai dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan dan Kabupaten, hingga penepatan bersama DPRD Bolmong tentang kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada September lalu.

Kompak: Pemkab dan DPRD sepakat dalam penyusunan APBD 2019

Pembahasan APBD yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang menerapkan sistem e-Planning dan e-Budgeting yang telah terkoneksi dari tingkat pemerintah desa (Pemdes) dan Kecamatan.

“Bolmong merupakan daerah pertama di Sulut yang menggunakan aplikasi e-Budgeting dalam menjalankan proses perencanaan dan pengganggaran,”ujar Sekda Tahlis.

Evaluasi RKA sangat penting penting agar setiap program belanja di SKPD sesuai dengan standar harga yang ditetapkan

Menurut Tahlis, Pemkab Bolmong menginginkan perencanaan dan penganggaran harus terintegrasi sampai dimonitoring dan evaluasi (Monev) hingga pelaporan.

“Aplikasi ini efektif dan efisien mencegah dan menekan praktik-praktik korupsi seminimal mungkin dari tingkat bawah, terutama dalam penggunaan Dandes atau ADD. Sehingga, program tersebut tidak memberikan celah untuk memainkan anggaran mulai dari tingkat Desa,”tutur Sekda.

Sekda Bolmong Tahlis Gallang saat memimpin rapat penyusunan RKA yang dihadiri setiap SKPD

Di tempat yang sama Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong Fico Mokodompit mengatakan, setiap Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD akan dievaluasi langsung oleh Sekda secara detail.

“Satu persatu RKA SKPD dievaluasi oleh Sekda, ini penting agar setiap program belanja di SKPD sesuai dengan standar harga yang ditetapkan,” jelas Fico.

Sementara itu Kepala Inspektorat Bolmong Rio Lombone mengatakan, penerapan sistem e-Planing dan e-Budgeting merupakan upaya mencegah dan menekan praktik-praktik korupsi seminimal mungkin dari tingkat bawah, terutama dalam penggunaan Dandes atau ADD.

“Ini menjadi tolak ukur pencegahan korupsi, salah satu bukti Bolmong menjadi daerah peringkat pertama dalam pencegahan korupsi,”pungkas Rio.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses