“SK Jilbab Polwan Jangan Dijadikan Kedok untuk Panjangkan Rambut”

TOTABUAN.CO – Jajaran Polwan di Kepolisian Resor (Polres) Semarang menyambut baik atas ditandatanganinya Surat Keputusan (SK) Peraturan Kapolri tentang jilbab polwan. Dari informasi yang dihimpun, hampir sepertiga dari total 67 polwan se-jajaran Polres Semarang akan mengajukan penggunaan jilbab.

Kasubag Humas Polres Semarang AKP Hj Endang Suprobo mengatakan, meski jilbab ini bukan merupakan seragam wajib bagi semua anggota polwan, namun SK ini setidaknya telah mengakomodasi anggota polwan yang berkeinginan mengenakan jilbab.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah (SK) jilbab polwan sudah disahkan. Hanya saja, penggunaan jilbab polwan ini jangan dijadikan alasan untuk bisa memanjangkan rambut,” kata Endang, Rabu (25/3/2015).

Menurut Endang, SK Nomor: Kep 245/III/2015 tertanggal 25 Maret 2015 ini sebagai bentuk perlindungan bagi anggota polwan yang ingin tetap berpenampilan syari di sela melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai anggota polisi.

“Mengenakan jilbab merupakan panggilan hati nurani. Setiap angota polwan yang muslimah sekarang boleh mengenakan jilbab ini,” jelas Endang.

Endang menambahkan, bagi polwan yang memakai jilbab harus siap dengan konsekuensinya. Yakni, etika bersikap sesuai syariah harus dijaga.

“Pertanggungjawabannya dunia akhirat, jadi harus betul-betul dijaga perilakunya,” tandas Endang.

sumber: kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses