Tahlis Ajak Warga Manfaatkan Sawah Kabun dan Pekarangan

Sekda Bolmong Ajak Masyarakat Manfaatkan Sawah, Kebun dan Pekarangan
Sekda Bolmong Tahlis Gallang

TOTABUAN.CO BOLMONG – Kasus Virus Korona hingga kini belum ada kepastian kapan akan berhenti. Setiap harinya, jumlah yang terpapar Virus terus bertambah disejumlah rumah sakit yang tersebar diberbagai provinsi dan kabupaten.

Namun upaya untuk pencegahan terus dilakukan. Bantuan juga disiapkan untuk warga. Akan tetapi, bantuan itu bertahan berapa lama. Tiga bulan, enam bulan hingga kini belum pasti.

Bacaan Lainnya

Sekretaris daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Tahlis Gallang lewat postingannya di facebook   mengungkapkan kekwatiran jika Covid 19, mustahil akan berakhir tahun ini.

“Mungkin saja butuh waktu bertahun-tahun,” ungkapnya.

Selain mengikuti protokoler kesehatan yang saat ini kita lakukan, sebaiknya kita juga dapat mengarahkan pikiran kita pada ketahanan pangan individu.

Dia mengajak, bagi yang memiliki lahan seperti sawah, kebun dan pekarangan, untuk dimanfaatan sebagai kesiapan ketahanan idividu.

“Bantuan Langsung  Tunai  dan pembagian Sembako tidak akan mampu menolong kita dalam waktu lama kalo sawah, kebun, pekarangan kita dibiarkan jadi lahan tidur,” ungkapnya.

Menurutnya, seandainya wabah ini semakin meningkat dan kita masyarakat tidak bergerak untuk mempersiapkan cadangan pangan individu, maka akan timbul persoalan yang lebih besar.

Seperti penjarahan akan merajalela. Banyak yang mati kelaparan, dan lain-lain sebagainya. Efek sosial akan muncul. Kemampuan pemerintah untuk menyediakan pangan bagi masyarakat paling lama hanya bisa bertahan 6 bulan.

“Bantuan Langsung Tunai berapapun nominalnya, tidak ada artinya bila tidak ada stok pangan yang hendak dibeli,” tuturnya.

Kendati demikian, mantan Sekda Bolsel da Kotamobagu ini agar warga untuk tidak panik untuk terus dibayang-bayangi oleh Covid 19 yang menyebabkan kita lupa akan hal krusial lainnya yaitu cadangan pangan invidu kita.

Tanah yang subur yang diberikan Tuhan khusunya di Bolaang Mongondow Raya (BMR), harus dimanfaatkan.

“Sungguh satu kesalahan fatal bila kita tidak memanfaatkan anugerah ALLAH SWT tersebut,” katanya.

“Ayo, semua warga untuk tidak berdiam diri. Lakukan apa yang bisa dilakukan sesuai dengan basic masing-masing. Ayo menanam cadangan pangan. Setumpuk emas tak bisa dimakan,” sentilnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses