Menu

Iskandar: Pancasila Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

  Dibaca : 9 kali
Iskandar: Pancasila Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru

TOTABUAN.CO BOLSEL –Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru mengatakan, kita patut bersyukut karena Pancasila mampu menyatukan semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia.

Hal itu dikatakan, saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Hariyono dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila  di halaman kantor Bupati Sabtu 1 Juni 2019.

“Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, pasifik dan hindia, serta di antara dua benua, asia dan australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan,” kata Bupati Iskandar Kamaru.

Bupati menambahkan, ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan, sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Di wilayah nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakateristik dari ke-Indonesiaan yang digali para pendiri bangsa, merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan buat bangsa Indonesia.

“Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara yang masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ungkapnya.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi, harus terus diperjuangkan. Bupati mengatakan, berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada, dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh bung karno pernah disebut Jas Merah. Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan piagam Jakarta.

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi, yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

“Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan, untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” tuturnya.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional