11:28 am - Wednesday, 29 March 2017

Memahami Tingkah Laku Bayi

Redaksi 0 respond

bayiTOTABUAN.CO— Melihat wajah bayi Anda yang sedang tidur, apa yang Anda rasakan? Damai dan begitu menyejukkan bukan? Seolah rasa lelah seharian di tempat kerja terhapus begitu saja hanya dengan melihat wajah imutnya.

Kala dia terbangun, senyum akan tersungging. Atau jika ingin sesuatu dia akan menangis. Bagi orang tua manapun, khususnya orang tua baru, biasanya akan ‘meraba-raba’ apa yang dimau si kecil. Yuk pahami tingkah lakunya!

Dikutip dari ABC Australia, Sabtu (3/10/2015), mulai usia tiga bulan, bayi Anda akan mengembangkan emosinya. Cobalah untuk tersenyum padanya, dan kemungkinan besar dia akan membalas senyum Anda. Sebaliknya jika Anda cemberut dan menampakkan wajah marah, si bayi bisa menangis ketakutan. Anda bisa belajar banyak tentang si kecil dengan melihat wajahnya.

Anda, sebagai ayah dan ibunya, biasanya menjadi sosok favoritnya. Umumnya bayi sudah bisa mengenali wajah dengan lebih baik di usia 10 bulan, dan semakin bertambah baik di usia 12 bulan. Tak heran, ketika Anda meninggalkannya di satu ruangan, dia akan menangis ketakutan. Dia khawatir Anda tidak akan kembali untuknya. Hiks, sedih ya.
Ketika bayi sudah mulai bisa berpindah, misalnya dengan merangkak, ini merupakan awal baginya untuk mengeksplorasi dunia. Dia akan merangkak ke segala arah dan memegang benda-benda yang menarik perhatiannya.

Saat bayi sudah mulai berjalan, dia merasa lebih bisa mengeksplorasi dunia lebih luas lagi. Dia bisa menjangkau benda-benda yang letaknya sedikit lebih tinggi, lalu melempar atau menjatuhkan barang-barang tertentu di sekelilingnya.

Si kecil akan melihat reaksi Anda atas apa yang dia perbuat untuk melihat apakah dia melakukan hal yang benar atau tidak. Jika Anda tidak menyukai yang dia lakukan, berikanlah pengertian perlahan-lahan bahwa barang-barang itu tidak boleh dilempar. Selanjutnya Anda bisa mengamankan dari jangkauannya.

Cara mengeksplorasi juga dilakukan dengan mencubit, menggigit ataupun menarik rambut. Bayi Anda benar-benar ingin tahu apa yang terjadi jika dia melakukannya. Ketika Anda menjerit kaget saat dia menggigit Anda, mungkin dia akan menangis takut. Tapi berilah pengertian bahwa Anda menjerit karena kaget, dan mintalah dia untuk tidak melakukannya lagi. Berikan pelukan hangat padanya agar dia yakin Anda tidak memarahinya.
Ya, bayi memang dilahirkan untuk bereksperimen. Mereka belajar bagaimana caranya hidup dengan mengeksplorasi segala hal di sekitarnya. Karena itu ciptakanlah lingkungan yang aman untuknya. Misalnya dengan tidak meletakkan benda-benda tajam atupun barang penting dalam jangkauannya. Perlahan beri tahu si kecil apa-apa saja yang terlarang. Misalnya tidak boleh memukul televisi karena bisa membuat dirinya kejatuhan televisi. Atau tidak boleh mencorat-coret dinding, karena untuk menggambar sudah ada buku gambar.

Saat ini bayi Anda seolah sedang mencari tahu bagaimana menemukan jalan di dunia. Dan Anda, sebagai orang tua, adalah navigatornya. Dia akan belajar banyak hal tentang bagaimana caranya berperilaku dengan melihat apa yang Anda lakukan. Jadi, berikanlah contoh yang baik baginya.
Sumber;detik.com

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

“Wonderful Indonesia” Hadir di Bandara Changi

Bocah di Desa Tabang Doyan Konsumsi Bedak

Related posts
Your comment?
Leave a Reply