Menu

Bocah Tujuh Tahun Dicabuli Kakek Di Kantin Sekolah  

  Dibaca : 8 kali
Bocah Tujuh Tahun Dicabuli Kakek Di Kantin Sekolah   
Ilustrasi cabul
Ilustrasi cabul

Ilustrasi cabul

TOTABUAN.CO BOLMONG — Kasus pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Bolaan Mongondow (Bolmong). Kali ini, menimpa kepada bocah yang baru berumur tujuh tahun, sebut saja Melati. Melati diduga dicabuli kakek paruh baya SK (55), warga Desa Baturapa, Kecamatan Lolak. Pria yang berprofesi sebagai petani tersebut, tegah melakukan pencabulan ke Melati hingga kemaluannya berdarah.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (13/9) sekitar 11.00 Wita saat itu, Melati sedang pergi bermain ke halaman sekolah. Namun naas, ketika Melati ingin pergi ke bak sampah sekolah untuk mencari mainan, tiba-tiba datang tersangka dari arah samping bak sampah, yang tepatnya di dekat ruang kelas.

Tanpa berkata tersangka langsung menarik tangan Melati dan langsung membawa ke kantin sekolah. Dari situlah tersangka melakukan aksi biadab dengan membaringkan Melati di bangku kantin.

“Saya berusaha berteriak. Namun Om  langsung menutup mulut saya dengan tangan kirinya,” ucap Melati di depan petugas penyidik, Polsek Lolak.

Nafsu syahwat tersangka tak terkendalikan sehingga langsung  meraba kemaluan Melati dengan kondisi tak berdaya. Akhirnya dengan posisi itu tersangka perlahan-lahan memasukan salah jari kanannya  ke kemaluan korban. Sehinggakemaluan Melati  mengeluarkan darah.

Curiga terhadap tingkah laku anaknya sudah berubah. Ibunda Mawar langsung mencari tahu kenapa anaknya berubah drastis. Sehingga saat itulah, Ibunda korban melihat adanya bercak darah di celana dalam anaknya.

“Saya berharap pelaku dapat diproses sesuai dengan aturan berlaku,” kata Ibu Melati sambil menangis.

Tak berselang lama, saat itu juga tim dari Polsek Lolak, langsung menahan pelaku, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan. “Saat ini pelaku sudah kami amankan,” ucap Kapolsek Lolak, AKP Pradipta Putra Pratama.

Ia juga menambahkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus pencabulan tersebut. “Tentunya kami akan proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Pradipta. (Has)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional