TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU—Roling kepala sekolah yang dilakukan pemerintah Kota Kotamobagu Kamis (27/3) menjadi kekuatiran bagi Komisi IV DPRD Provinsi Sulut. Alasannya, target untuk ujian akhir nasional (UAN) pada tahun ajaran ini ditargetkan 100 persen. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulut yang membidangi Pendidikan Rasky Mokodompit, menyesalkan pergantian Kepsek di Kotamobagu.
“Tahun ini kami dari DPRD Provinsi mengharapkan target kelulusan yang sangat tinggi kepada para siswa melalui Diknas Provinsi Sulut, kalau bisa 100 %. Namun dengan pergantian Kepsek di Kota Kotamobagu dikuatirkan akan ikut mempengaruhi tingkat kelulusan para siswa,” kata Politisi Golkar ini. Karenanya Kepsek yang baru lanjut Rasky, pasti harus kerja ekstra terlebih menghadapi UAN pada tahun ini.
“Kepsek yang baru saja dilantik secepatnya melakukan adaptasi dan secepatnya pula mempersiapkan murid-muridnya yang akan mengikuti UAN. Manfaatkan sisa waktu yang sedikit ini, dengan mempersiapkan segala sesuatu,”.
Mudah-mudahan kedepannya nanti kalau ada pergantian Kepsek yang merupakan hak prerogatif Kepala daerah, tolonglah jangan disaat persiapan menghadapi UAN. Nantilah setelah UAN saja, baru dilakukan pergantian. Kepala Daerah seharusnya peka dan tau dengan apa yang akan dihadapi rakyatnya ke depan. Jangan selalu melihat sesuatu dari sisi Politisnya, tukasnya.
Editor Hasdy Fattah