Pariwisata Sulut Melonjak di Awal 2026, Wisman Naik 34,61 Persen

TOTABUAN.CO SULUT – Kinerja sektor pariwisata Sulawesi Utara melesat pada awal 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 7.550 kunjungan pada Januari 2026, atau tumbuh 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini mempertegas akselerasi pariwisata di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan, selain tumbuh secara tahunan (year-on-year), kunjungan wisman juga meningkat 7,55 persen dibandingkan Desember 2025 (month-to-month). Tren ini menjadi indikator awal pemulihan sekaligus ekspansi sektor pariwisata Sulut di pasar global.

Bacaan Lainnya

Mayoritas wisatawan masuk melalui jalur udara. Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menjadi pintu utama dengan 7.549 kunjungan, sementara jalur laut melalui Pelabuhan Samudera Bitung hanya mencatat satu kunjungan. Kondisi ini menegaskan peran strategis konektivitas penerbangan internasional dalam mendorong pertumbuhan wisata.

Dari sisi asal negara, pasar Asia masih mendominasi. Wisatawan asal Tiongkok mencapai 3.977 kunjungan atau 52,68 persen, disusul Korea Selatan sebanyak 2.990 kunjungan (39,60 persen). Sementara itu, Singapura menyumbang 89 kunjungan. Di luar Asia, negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris mulai menunjukkan tren peningkatan, sejalan dengan upaya diversifikasi pasar wisata.

Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan geliat kuat. Sepanjang Januari 2026, tercatat 1.232.868 perjalanan domestik ke Sulawesi Utara, tumbuh 15,04 persen secara tahunan. Meski demikian, angka ini turun 9,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan pola musiman pascalibur akhir tahun.

Distribusi kunjungan domestik mulai merata. Kota Manado masih menjadi magnet utama dengan 289.974 perjalanan. Namun, wilayah lain seperti Minahasa (201.728 perjalanan), Minahasa Utara (151.437), dan Minahasa Selatan (110.141) turut menikmati peningkatan arus wisatawan.

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat sebanyak 1.885 perjalanan. Angka ini naik 80,56 persen dibandingkan Desember 2025, namun turun 33,88 persen secara tahunan. Fluktuasi ini menunjukkan perlunya penguatan promosi dan konektivitas pasar luar negeri bagi wisatawan Indonesia.

Kinerja sektor akomodasi turut mencerminkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,32 persen pada Januari 2026, meningkat 2,78 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, terjadi penurunan 12,98 poin dibandingkan Desember 2025 yang biasanya menjadi puncak musim liburan.

Rata-rata lama menginap tamu juga mengalami peningkatan. Tamu asing menginap selama 2,40 hari, sementara tamu domestik 1,76 hari. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap mencapai 1,83 hari, naik 0,17 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Capaian ini menjadi fondasi penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat posisi daerah sebagai destinasi unggulan di kawasan Pasifik. Dengan strategi penguatan konektivitas, diversifikasi pasar, dan pemerataan destinasi, sektor pariwisata diharapkan terus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses