TOTABUAN.CO SULUT– Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling resmi melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay bersama sejumlah pejabat daerah dan para tokoh purnabakti di Bumi Nyiur Melambai Jumat (6/3/).
Saat menyampaikan sambutan, Gubernur menegaskan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian kepada negara. Menurutnya, justru pada fase ini para aparatur yang telah pensiun memiliki kesempatan besar untuk terus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki.
“Purnabakti bukan berarti berhenti mengabdi. Ini adalah babak baru untuk terus berkarya, memberikan teladan, serta menjadi penjaga nilai-nilai integritas bagi generasi penerus,” ujar YSK sapaan akrab Gubernur Yulius Selvanus Komaling.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PWRI Sulut, Novie Mewengkang, beserta jajaran pengurus yang baru dilantik.
Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran para wredatama dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
Gubernur menilai PWRI bukan sekadar wadah berkumpulnya para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara. Organisasi ini, kata dia, merupakan aset berharga karena para anggotanya memiliki pengalaman panjang dalam berbagai fase pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk transformasi digital dan dinamika ekonomi, pemerintah daerah sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran serta nasihat dari para senior yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam birokrasi.
“Nilai-nilai integritas, disiplin, dan etos kerja yang dimiliki para wredatama harus terus diwariskan kepada generasi muda aparatur di Sulawesi Utara,” katanya.
Sebagai mitra strategis pemerintah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), PWRI diharapkan semakin solid dan aktif bersinergi dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Gubernur juga meyakini bahwa melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, serta pembinaan moral kepada masyarakat, kontribusi PWRI akan semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Utara.
Di akhir sambutannya, Gubernur menyebut para wredatama sebagai kekuatan moral yang berperan menjaga nilai kejujuran, loyalitas, dan pengabdian yang menjadi fondasi dalam membangun masa depan daerah.
“Para wredatama adalah penjaga nilai dan teladan bagi generasi penerus. Mari kita jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)





