Siswa Kotamobagu Pamerkan Barang Bekas Dihardiknas

Walikota Kotamobagu Tatong Bara dan Wakil Walikota Djainuddin Damopolii saat meninjau lokasi pemarean barang bekas
Walikota Kotamobagu Tatong Bara dan Wakil Walikota Djainuddin Damopolii saat meninjau lokasi pemarean barang bekas
Walikota Kotamobagu Tatong Bara dan Wakil Walikota Djainuddin Damopolii saat meninjau lokasi pemarean barang bekas

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU–Banyak cara yang dilakukan untuk memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas). Seperti yang dilakukan para siswa di Kota kotamobagu dalam rangka memperingati Hardiknas,  para siswa mengikuti pameran  yang terbuat dari barang bekas.

Pameran barang bekas yang merupakan karya dari para di Kotamobagu digelar di alun-alun Bokihotinimbang Kotamobagu. Ada puluhan karya siswa  mulai dari taman kanak kanak hingga sekolah menengah umum  ditampilkan dalam pameran ini. Mulai dari barang bekas hingga meracik. Meski terbuat dari barang bekas, namun hasilnya cukup menarik perhatian pengunjung. Seperti permainan robot kura kura dan permainan angkut batu yang diciptakan oleh siswa SMP Negeri 2 Kotamobagu.

Bacaan Lainnya

Permainan yang terbuat dari potongan tripleks, batu serta bambu ini, membutuhkan tehnik dan kesabaran untuk memainkannya. Permainan ini bertujuan untuk mengalihkan emosi para anak yang memainkannya.

“Tentu ini butuh teknik dan kesabaran. Karena namanya juga barang bekas,” kata Yesi Elvina salah satu siswa Kotamobagu.

Selaini itu, di pameran ini juga para siswa menampilkan barang hasil karya yang terbuat dari sampah sisa air mineral dan CD bekas yang dibuat berbagai macam model yang cukup unik.

Walikota Kotamobagu Tatong Bara yang mengunjungi stand pameran barang bekas ini memberikan apreasi yang tinggi dan diharapkan dapat di tingkatkan sehingga hasilnya mengandung nilai seni yang cukup tinggi.

“Saya bangga dan berikan apresisasi kepada para siswa yang mampu memamerkan hasil karya mereka. Ini perlu ditingkatkan lagi agar mampu bersaign dengan par siswa yang ada di Sulut, bahkan hingga tingkat Nasional,” kata Tatong.  Dia berharap para siswa lebih kreatif  inovatif khususnya dalam pendidikan dan keterampilan. (Has)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses