TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU —Pemerintah Kota Kotamobagu mulai menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan fokus pada penguatan identitas budaya dan ketahanan sosial sebagai dasar pembangunan inklusif.
Pemaparan RKPD disampaikan Ketua LPPM Universitas Dumoga Kotamobagu, Drs. Hamdi Gugule, dalam forum yang dibuka Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib. Ia menegaskan arah pembangunan harus berbasis karakter dan kesejahteraan masyarakat.
Tema pembangunan 2027 adalah “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan Inklusif”, sejalan dengan RPJMD 2025–2029 yang menekankan pembangunan berkelanjutan berbasis nilai lokal.
Fokus utama RKPD adalah penguatan SDM melalui integrasi budaya lokal dalam pendidikan, seperti kurikulum berbasis kearifan lokal, pembelajaran kontekstual, serta penguatan seni dan kolaborasi dengan tokoh adat.
Selain itu, pemerintah mendorong revitalisasi seni dan tradisi daerah melalui digitalisasi, pengembangan sanggar, dan kolaborasi komunitas guna menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Di sektor sosial, RKPD menargetkan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, peningkatan akurasi data sosial, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, perempuan, dan anak.
Pemerataan layanan dasar juga menjadi prioritas, meliputi akses air bersih, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur jalan dan internet untuk mengurangi kesenjangan wilayah.
Wali Kota Weny Gaib menyebut Musrenbang sebagai forum strategis yang partisipatif. Ia mengajak seluruh pihak berkolaborasi untuk mewujudkan visi Kotamobagu Bersahabat: berkemajuan, sejahtera, berbudaya, dan inovatif. (*)





