TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Kotamobagu menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang dirangkaikan dengan Pendidikan Politik, Sabtu (10/1), di Kafe Bintang, Kelurahan Mongkonai. Agenda ini menjadi langkah strategis Demokrat Kotamobagu dalam melakukan evaluasi pasca Pemilu sekaligus memantapkan arah perjuangan politik ke depan.
Mengusung tema “Demokrat Kotamobagu Solid, Bangkit dan Menang”, Rakercab ini menegaskan tekad partai untuk bangkit lebih kuat melalui konsolidasi menyeluruh, penataan organisasi, dan penguatan peran kader hingga tingkat akar rumput.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Pemerintah Kota Kotamobagu Noval Manoppo, yang mewakili Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib. Hadir pula Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara Stendy Rondunuwu, SE, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, SE, Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu Regie Manoppo, Sekretaris DPC Deny Mokodompit, serta jajaran pengurus PAC dan ranting se-Kota Kotamobagu.
Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Noval Manoppo menyampaikan bahwa dinamika politik pasca Pemilu harus dimaknai sebagai momentum memperkuat stabilitas dan kolaborasi demi pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan politik yang konstruktif agar agenda pembangunan berjalan optimal.
“Pasca Pemilu, yang dibutuhkan adalah kesejukan politik dan sinergi. Pemerintah Kota Kotamobagu mengapresiasi langkah konsolidasi Partai Demokrat sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan menjaga stabilitas daerah,” ujar Noval.
Ia menambahkan, partai politik diharapkan tidak hanya fokus pada kontestasi elektoral, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara Stendy Rondunuwu, SE menegaskan bahwa Rakercab merupakan bagian dari strategi besar partai dalam membaca peta politik pasca Pemilu. Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap hasil Pemilu menjadi pijakan penting untuk menyusun langkah politik berikutnya.
“Pemilu telah kita lalui, dan kini saatnya Demokrat melakukan konsolidasi total. Kita evaluasi, kita perbaiki, dan kita susun strategi yang lebih kuat. Demokrat harus bangkit dan siap memenangkan kontestasi politik ke depan,” tegas Stendy.
Ia menekankan bahwa kekuatan Partai Demokrat terletak pada soliditas struktur dan kedekatan dengan rakyat. Oleh karena itu, peran PAC dan ranting menjadi sangat krusial dalam menjaga basis dukungan dan memperluas pengaruh politik partai di tengah masyarakat.
Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu Regie Manoppo menegaskan bahwa Rakercab ini menjadi titik awal pembenahan internal partai pasca Pemilu. Ia menyebut, seluruh jajaran Demokrat Kotamobagu sepakat untuk memperkuat barisan dan meningkatkan kualitas kerja politik di semua lini.
“Rakercab ini adalah momentum konsolidasi pasca Pemilu. Kita tidak berhenti pada hasil yang ada, tetapi menjadikannya bahan evaluasi untuk bangkit dan menang di pertarungan politik berikutnya,” ujar Regie.
Menurut Regie, Partai Demokrat Kotamobagu akan fokus pada penguatan struktur organisasi, kaderisasi berkelanjutan, serta kerja-kerja politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan politik agar kader memiliki pemahaman yang utuh tentang ideologi partai dan strategi perjuangan.
Selain Rakercab, kegiatan ini juga diisi dengan Pendidikan Politik yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader, khususnya pengurus di tingkat PAC dan ranting. Materi yang disampaikan difokuskan pada penguatan militansi kader, strategi komunikasi politik, serta peran partai dalam mengawal kebijakan publik pasca Pemilu.
Melalui Rakercab dan Pendidikan Politik ini, DPC Partai Demokrat Kotamobagu menegaskan kesiapan organisasi untuk menghadapi tantangan politik ke depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*)





