Pemkot Warning Pasar Senggol Bayangan

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu memberi peringatan keras terhadap kemungkinan munculnya Pasar Senggol “bayangan” di sejumlah titik kota selama Ramadan. Aktivitas pasar yang digelar di luar lokasi resmi dipastikan akan ditertibkan oleh pemerintah daerah.

Langkah tegas ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpim Sekretaris DaerahnSofyan Mokoginta Minggu (8/3). Rapat itu membahas kesiapan pelaksanaan Pasar Senggol tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, pemerintah menekankan bahwa seluruh aktivitas pasar musiman harus berada di lokasi yang telah ditetapkan.

“Pemkot Kotamobagu sendiri telah menyiapkan lokasi terpusat di area eks Rumah Sakit Datoe Binangkang sebagai tempat pelaksanaan Pasar Senggol,” kata Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta.

Penetapan lokasi ini dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap tertib, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta lebih mudah diawasi dari sisi keamanan dan ketertiban.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang bagi pihak asosiasi atau kelompok pedagang yang ingin menjadi pengelola Pasar Senggol. Namun setiap proposal yang masuk akan melalui proses evaluasi oleh tim pemerintah daerah sebelum diberikan persetujuan.

Sodyan mengatakan, Pemkot menegaskan, keberadaan pasar di luar lokasi yang ditetapkan hanya akan menimbulkan persoalan baru, mulai dari kemacetan hingga ketidakteraturan tata kota. Karena itu, seluruh pedagang diimbau mengikuti aturan yang telah disiapkan pemerintah.

Dengan penataan yang terpusat, Pemkot berharap Pasar Senggol tahun ini tidak hanya menjadi tradisi Ramadan yang meriah, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat tanpa mengganggu kenyamanan warga Kota Kotamobagu. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses