Kotamobagu Waspadai Ancaman Tanah Longsor dan Banjir

Tampak bencana tanah longsor yang pernah terjadi dijalur Kotamobagu Manado beberapa waktu lalu (foto dok)
Tampak bencana tanah longsor yang pernah terjadi dijalur otamobagu Manado beberapa waktu lalu (foto dok)
Tampak bencana tanah longsor yang pernah terjadi dijalur otamobagu Manado beberapa waktu lalu (foto dok)

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU– Kotamobagu tetap mewaspadai kemungkinan ancaman banjir. Kepala Badan Penanggaulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu Saleh Zulhadji mengharapkan warga tetap mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi.

“Secara keseluruhan, Kotamobagu memang relatif aman dari banjir. Namun untuk Kelurahan Gogagoman tetap harus mewaspadainya. Apalagi, kalau drainase di tempat tersebut tersebumbat,” kata Saleh, Kamis (13/8/2014).

Bacaan Lainnya

Adapun ancaman longsor, Saleh mengatakan ada dua titik yang paling rawan di Kotamobagu. Titik tersebut adalah di Kelurahan Gogagoman dan juga daerah menuju wilayah Passi. Di dua daerah tersebut terdapat tebing-tebing tanah.

Berdasarakan topografinya, Kotamobagu berada di sebuah lembah yang dikelilingi gugusan pegunungan Ambang. Kota berpenduduk sekitar 127 jiwa ini juga dilewati beberapa sungai, di antaranya Bonodon, sungai Yoyak, dan sungai Motoboi Besar di Kotamobagu Timur.

Di Kotamobagu Selatan terdapat Sungai Yantaton dan Kopek. Sungai juga mengalir di Kelurahan Mongkonai dan Ongkaw Mongondow di Kotamobagu Barat. Di Kotamobagu Utara terdapat Sungai Bilalang, Toko dan Kotobangon.

Saleg menambahkan, berada di ketinggian antara 180-130 meter di atas permukaan laut (dpl) bukan berarti Kotamobagu lepas dari ancaman bencana. Selain longsor, ada ancaman yang kini seakan ‘tidur’ di dalam perut bumi. “Dengan keadaan tersebut, bencana sangat riskan bila terjadi gempa,” ujar Saleh. (Has)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses