BP4K Bolmong Masih Kurang Tenaga Penyuluh

Salah satu tugas Penyuluh saat berada di lahan pertanian
Salah satu tugas Penyuluh saat berada di lahan pertanian
Salah satu tugas Penyuluh saat berada di lahan pertanian

TOTABUAN.CO BOLMONG – Dengan memiliki 107 tenaga penyuluh diberbagai bidang, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K)  Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengaku masih kurang.

Daerah yang memiliki potensi dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan yang besar ini, idealnya memiliki 900 penyuluh untuk bertugas di 198 desa dan dua kelurahan. 

Bacaan Lainnya

“ Idealnya 900 tenaga di beberapa bidang,” kata kepala BP4K Channy Wayong kepada wartawan ini sabtu (10/5). 

Meski kondisi saat ini serba kekurangan namun tetap memaksimalkan tugas di lapangan. Semua potensi yang ada kami maksimalkan untuk pelayanan kepada masyarakat, kata Channy. 

Guna mengatasi kekurangan tenaga penyuluh, dia mengaku telah mengusulkan perekrutmen tenaga ke Kemenpa RB lewat Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan dan Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk penambahan tenaga. 

Kekurangan tenaga penyuluh pertanian diakui Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Anugerah Desa Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Timur, Anes Watung.  

Kata Anes, tugas penyuluh sangat penting bagi para petani. Sebab selain memberikan masukan, penyuh juga bertugas sebagai pedampingi bagi para petani.

“ Kegiatan Gapoktan terus dilakukan. Penguatan kelembagaan juga terus dilakukan dengan memberi rangsangan program-program guna pengembangan usaha,” ujar Anes.(Irgi)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses