Usulan PAUD di Tiga Desa di Boltim Terkendala NPSN

TOTABUAN.CO BOLSEL – Pembangunan PAUD yang diusulkan ke Dinas Pendidikan dari tiga desa masih terkendala  Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan non Formal, Rizal O. Hamzah, ada 108 lembaga yang sudah terdaftar. Namun tinggal tiga yang belum dan masih dalam proses penyelesaian mendapatkan NPSN. 

Bacaan Lainnya

“Masih ada tiga lagi belum terproses.Kami sudah menyurat ke tiga desa ini, untuk segera mengurus kelengkapan berkasnya,” ujar Rizal.

Rizal menjelaskan, izin tiga PAUD itu diusulkan dari desa ke Dinas Pendidikan namun belum selesai.

Ketiga desa yang mengusulkan PAUD lanjutnya,  Desa Motongkad Induk, Motongkad Selatan dan Desa Kokapoy. Alasan belum diproses karena belum memiliki NPSN dari Kementrian Pendidikan.

Rizal menambahkan Desa Kokapoi belum ada satu pun PAUD. Maka rencananya akan diusahakan untuk segera mengurus atau menerbitkan izin tersebut. Agar ke depan bisa dioperasikan dan menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Tahun ini, ada 96 lembaga yang mengurus dan menerima bantuan BOP dari Kementrian Pendidikan. Sedangkan tahun lalu, hanya 82 lembaga yang menerima BOP.

“Kendala utamanya tidak 100 persen, karena sebagai PAUD belum memiliki operator komputer,” tuturnya.
Bantuan Operasional PAUD sangat membantu untuk kegiatan sekolah. Sebab satu orang siswa Rp600 ribu per tahun.

Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii mengatakan, PAUD hampir 99 persen sudah ada di 80 desa.

Sekolah di usia dini ini, diperlukan untuk anak-anak usia 5-6 tahun. Agar mereka dipersiapkan ke sekolah dasar (SD).(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses