Tak Kantongi Izin, Warga Minta Aktivitas Galian C di Desa Liberia Timur Ditutup

Tampak satu unit alat berat yang ditempatkan di lokasi galian C di Desa Liberia Timur Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

TOTABUAN.CO BOLTIM –Aktivitas galian C di Desa Liberia Timur Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus beroperasi meski  diketahui tak memiliki izin dari pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah warga Liberia yang sangat merasa terganggu dengan operasi galian C tak berizin tersebut, karena dianggap sangat merusak lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Padahal sudah sering diberitakan lewat media. Tapi masih saja masih tetap beroperasi,” ujar seorang warga Modayag kepada wartawan, Minggu (28/10/2018).

Warga menjelaskan, banyak lokasi galian C di wilayah Modayag yang masih beroperasi. Salah satunya adalah galian C di Desa Liberia.

“Kita minta pihak aparat dan menegakan hukum yang berlaku di negara ini. Padahal sudah jelas galian C tak berizin melanggar undang-undang minerba,” ungkap warga.

Adanya praktik galian C tentu sangat merugikan pemerintah daerah itu sendiri, karena sudah jelas tidak bayar pajak dan sebagainya. “Mereka lebih memperkayakan diri sendiri,” ujar mereka.

Padahal undang-undang minerba sudah jelas mengatur tentang Galian C. Tapi mengapa galian C tak berizin di Kabupaten Boltim terus beroperasi.

“Lebih gila lagi pelaku kontraktor menggunakan bahan kuari dari galian C tak berizin. Padahal itu melanggar undang,” ucapnya.

Warga berharap, penegakan hukum segera menindak tegas pelaku Galian C tak berizin di wilayah Modayag.

“Kalau perlu harus di policeline lokasi tempat galian C tak berizin tersebut. Sebab kalau tidak, mereka akan menghilangkan barang bukti, karena disana ada alat berat,” ungkapnya.

Menurut informasi yang didapat, aktivitas galian C itu sudah beroperasi sejak lima bulan lalu.

Dari hasil penelurusan, lokasi tersebut terdapat satu unit eskavator yang disiapkan untuk  mengangkut material di kendaraan. Terinformasi material tersebut dijual belikan untuk pelaksanaan proyek.

“Pemilik lahan sering disapa Bronto dan KA alias Kris yang beralamat di Desa Liberia Timur  Kecamatan Modayag,” ujar warga.

Kegiatan tersebut hamir setiap harinya keculi hari libur atau raya besar keagamaan.

 

Penulis: Hasdy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses