PETI Buyat Kian Menggila, Ekskavator Keruk Hutan Tanpa Tersentuh Aparat 

TOTABUAN.CO BOLTIM — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Buyat, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), semakin memprihatinkan. Penambangan ilegal yang menggunakan alat berat jenis ekskavator kini diduga beroperasi secara terang-terangan, mengeruk kawasan hutan tanpa mengindahkan damlak kerusakan lingkungan.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan, aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari. Ekskavator terlihat bebas bekerja di lokasi tambang, mengupas lapisan tanah yang diduga mengandung emas. Kondisi ini memunculkan kesan kuat bahwa para pelaku tambang ilegal seolah tidak takut terhadap hukum.
Kerusakan lingkungan pun mulai terlihat nyata. Area hutan yang sebelumnya masih alami kini berubah menjadi lahan galian. Tanah yang dibongkar dengan alat berat berpotensi memicu longsor, sementara aliran air di sekitar lokasi tambang dikhawatirkan ikut tercemar akibat aktivitas tersebut.

Bacaan Lainnya

Situasi ini memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan mengapa aktivitas tambang ilegal yang begitu jelas terlihat justru terkesan dibiarkan. Apalagi penggunaan alat berat dalam praktik PETI sudah jelas melanggar berbagai aturan di sektor pertambangan maupun perlindungan lingkungan.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum serta pemerintah daerah segera turun tangan. Penindakan tegas dinilai penting untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal yang terus merusak kawasan hutan dan mengancam keselamatan lingkungan di wilayah Buyat.

Jika tidak segera ditertibkan, PETI Buyat berpotensi menjadi bom waktu bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Selain merusak hutan dan ekosistem, praktik tambang ilegal ini juga berpotensi merugikan negara karena eksploitasi sumber daya alam dilakukan tanpa izin dan tanpa kontribusi bagi daerah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses