Bupati Boltim Sehan Landjar Minta Pimpinan SKPD Genjot PAD

Rapat kerja yang dipimpin Bupati Boltim Sehan Landjar

TOTABUAN.CO BOLTIM –Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memimpin rapat kerja dengan para pimpinan SKPD yang dihadiri Wakil Bupati Rusdi Gumalangit, Sekda Boltim Muhamad Assagaf di ruang rapat kantor bupati Selasa 11 Juni 2019.

Rapat pasca libut itu membahas sejumlah hal. Salah satunya yakni peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bacaan Lainnya

Bupati Boltim Sehan Landjar mengingatkan, agar pimpinan SKPD tetap menjaga konsistensi bahkan meningkatkan kinerja di masing-masing satuan kerja. Menurut Sehan,  ada beberapa capaian pelaksanaan kegiatan masih di bawah target sebagaimana yang tertera pada Renja disetiap perangkat daerah.

Dalam rapat itu Bupati Sehan menyentil tentang penerimaan PAD disemua SKPD yang masih di bawah target.

“Saya minta agar penerimaan PAD untuk terus digenjot. Karena masih di bawah standar,” ujar Sehan.

Sebab sudah memasuki triwulan II, penerimaan PAD masih rendah.

Bupati juga mengingatkan, walaupun sebagain program dan kegiatan sudah diumumkan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa melalui ULP namun, masih ada beberapa kegiatan di satuan kerja yang agak lambat proses tahapan pelelangan.

“Diharapkan agar dipercepat semua persyaratan administratif,” pintahnya.

Pengawasan penggunaan dana BOS ikut menjadi perhatian Bupati. Kendati sudah baik baik, namun perlu pengawasan secara kontinyu agar tidak terjadi kekeliruan administratif ataupun teknis.

Begitu pula pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di seluruh desa yang ada di Bolaang Mongondow Timur agar perlu pengawasan dan pendampingan dari semua stakeholder. Pendamping yang dimaksud lanjut Bupati yakni, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahapan pelaporan. Bupati tegaskan, agar dana di setiap desa dapat digunakan secara efektif dan efisien, berdayakan masyarakat setempat sehingga terjadi multiplayer efeck terhadap peningkatan pendapatan mereka yang nantinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses