
TOTABUAN.CO BOLTIM — Bupati Bolaang Mongondow (Boltim), Sehan Salim Landjar, marah terhadap Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD). Bagaimana tidak honorer yang telah ditandatangani SK-nya, beberapa waktu lalu, ternyata ada yang masih sementara mengikuti Ujian Nasional (Unas) namun sudah terdaftar sebagai honorer.
“Bagaimana mungkin siswa yang sementara Ujian nasional yang belum mempunyai ijazah direkrut menjadi tenaga honorer. Bahkan sengaja sejumlah SKPD saat diminta data valid terkait tenaga honorer, tidak pernah menyerahkan data tersebut,” ungkap Bupati Senin (13/6).
Nantinya tenaga honorer kata Bupati, akan kembali di data. Jika kedapatan ada yang sementara mengikuti ujian nasional akan dicoret dari tenaga honorer.
“Nantinya akan didata dan dievaluasi kembali tenaga honorer yang menerima SKnya beberapa waktu lalu. Jika kedapatan ada yang masih sekolah atau kuliah akan dicoret,” ujarnya.
Tak hanya itu dirinya juga akan memberi sanksi kepada sejumlah Kepala SKPD yang kedapatan memanipulasi tenaga honorer.
“Ada sanksi tegas bagi Kepala SKPD yang main mata terhadap tenaga honorer, karena ada informasi yang masuk dari saya jika honorer yang ditanda tangani beberapa waktu lalu telah menerima gaji dari bulan Januari hingga Maret,” uajrnya (fac)