Iskandar Buka Festival Torlangka 2019 di Desa Sakti

Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru didampingi Ketua Tim Penggerak PKK disambut dengan tarian adat saat memasuki lokasi Festival Torlangka di Desa Sakti

TOTABUAN.CO BOLSEL– Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru, membuka Festival Torlangka tahun 2019 tingkat Kabupaten Bolsel.

Fertival Torlangka yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabbiul Awal 1441 Hijriyah tersebut, dipusatkan di Desa Sakti Kecamatan Posigadan. Bupati menyebutkan, Festival Torlangka Tahun 2019 sangat istimewa, karena dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan budaya yang berbalut religi yang dilaksanakan tahun ini sangat istimewa,” ucapnya.

Menurutnya, even tahunan Pemkab Bolsel ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 1441 Hijriyah, sekaligus melestarikan nilai budaya. “Kegiatan ini harus dilestarikan agar anak-anak kita bisa tahu dan kebudayaan lokal yang kita dimiliki tidak tergerus dengan perkembangan zaman,” kata Bupati.

Iskandar berharap, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja. Sebab, akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai pijakan melakukan revolusi mental dalam melaksanankan tugas, sehingga harus ada dampak positif dalam kegiatan ini.

Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru didampingi Ketua Tim Penggerak PKK disambut dengan tarian adat saat memasuki lokasi Festival Torlangka di Desa Sakti

Menurut Bupati, kegiatan ini juga sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Festival Tolrangka tahun ini merupakan ketujuh kalinya digelar, dan lokasinya berpindah-pindah tempat. Acara ini juga merupakan salah satu untuk mewujudkan visi Kabupaten Bolsel, yakni terwujudnya Bolsel yang religius, berbudaya, maju dan sejahterah.

“Festival ini sudah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah, sekaligus sebagai ajang promosi potensi pariwisata khusunya wisata religi dan sebagai pelestarian budaya lokal yang ada di Kabupaten Bolsel. Olehnya, kegiatan bernuansa religi dan budaya ini harus terus dilestarikan dan dijaga,” pungkas Iskandar. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses