Warga Kopandakan Temukan Uang Kertas Cetakan Tahun 1950

Warga Kopandakan Temukan Uang Kertas Cetakan Tahun 1950
Tampak ratusan lembar uang kertas cetakan 1950 yang sdang dihitung

TOTABUAN.CO BOLMONG — Warga Desa Kopandakan Dua Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memukan tujuh ratus lembar uang kertas rupiah cetakan tahun 1950. Uang tersebut ditemukan Rasid Pasi saat membongkar rumah pangung tertua yang diperkirakan berumur ratusan di desa tersebut. Kini uang tersebut disimpan oleh pemilik rumah.

Bacaan Lainnya

Menurut Rasid saat itu dia sedang membongkar bangian belakang rumah Rabu 18 Desember 2019. Rumah tersebut merupakan peninggalan kakek mreka yang sudah berusia ratusan tahun untuk rehap.

Rasid terkejut saat memindahkan sejumlah barang tidak sengaja  menemukan bungkusan yang ternyata berisi ratusan lembar uang kertas rupiah pecahan satu rupiah, dua setengah rupiah, lima rupiah dan sepuluh rupiah cetakan tahun 1950.

“Uang tersebut diduga merupakan peninggalan temo dulu. Sebab ketika dicek, tahun cetakannya 1950,” jelas Rasid.

Warga Kopandakan Temukan Uang Kertas Cetakan Tahun 1950
Kondisi uang cetakan tempo dulu yang masih utuh

Uang tersebut berada di dalam bungkusan yang disimpian di dalam peti. Dia mengaku kaget menemukan tumpukan uang kertas. Dia mengatakan, setelah kakeknya meninggal peti tersebut tidak pernah lagi dibuka.

Marwan Palakum pemilik rumah memgatakan, rumah tersebut dibangun sejak tahun 1910 dan sampai saat ini belum pernah direhab. Namun karena di bagian belakang bangunanya mulai rusak sehingga dibongkar dan dibangun lagi.

“Saya kaget salah satu pekerja menemukan tumpukan uang kertas dari dalam peti. Sejak meninggalnya kakek saya, peti tersebut tidak pernah lagi dibuka karena kami cucu cucu berangapan di dalam peti tersebut hanya berisi barang barang lama. Mungkin uang itu sengaja disimpan kakek saya agar bisa digunakan cucu cucu,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi uang kertas itu masih terlihat jelas. Marwan berujar, uang tersebut tetap akan disimpan meski menurut mereka sudah tak berharga lagi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses