TOTABUAN.CO BOLMONG – Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Dony Lumenta resmi membuka kegiatan karapan sapi dalam rangka Lebaran Ketupat yang digelar di Desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga Barat Sabtu (28/3).
Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah dan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan pacuan sapi, salah satu tradisi budaya khas masyarakat Jawa Tondano di wilayah tersebut.
Karapan sapi yang digelar usai perayaan Idul Fitri ini menjadi bagian dari tradisi Lebaran Ketupat, yang dikenal luas sebagai momentum silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini identik dengan sajian ketupat yang memiliki makna simbolis tentang kebersihan diri dan saling memaafkan.
Wabup Bolmong Dony Lumenta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, karapan sapi bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar masyarakat,” ujarnya.
Karapan sapi di Desa Ikhwan sendiri telah menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya saat momentum Lebaran Ketupat. Tradisi ini terus menarik perhatian warga, bahkan dari luar daerah.
Ribuan masyarakat tampak memadati arena lomba. Sorak sorai penonton menambah semarak suasana saat sapi-sapi pacuan berlomba di lintasan.
Kegiatan ini biasanya diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara hingga Gorontalo, menjadikannya sebagai salah satu event budaya lokal yang cukup bergengsi.
Selain menjadi ajang kompetisi, karapan sapi juga menjadi hiburan rakyat yang dinanti setiap tahunnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan sebagai identitas budaya daerah. Selain itu, event karapan sapi juga dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Bolaang Mongondow.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, tradisi ini diharapkan dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata lokal. (*)





