TOTABUAN.CO BOLMONG – Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2026 dibandingkan dengan target pada TA 2025. Kenaikan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kemandirian fiskal daerah.
Berdasarkan dokumen perencanaan keuangan daerah, Target PAD TA 2025 ditetapkan sebesar Rp49.238.968.707, sementara target PAD TA 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp54.162.865.578 atau mengalami kenaikan sekitar Rp4,92 miliar atau kurang lebih 10 persen.
Kenaikan target tersebut disusun dengan mempertimbangkan tren realisasi PAD selama lima tahun terakhir, potensi pendapatan daerah, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun mendatang.
Pada tahun anggaran 2025, struktur PAD Pemkab Bolmong masih didominasi oleh pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Struktur ini kembali menjadi basis utama dalam penetapan Target PAD TA 2026.
Pemkab Bolmong menargetkan peningkatan kontribusi dari sektor pajak daerah, terutama pajak mineral bukan logam dan batuan, PBB-P2, serta BPHTB, di samping optimalisasi retribusi pelayanan publik.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bolmong Ashari Sugeha, menjelaskan bahwa kenaikan target PAD 2026 dilakukan secara terukur dan realistis.
“Target PAD tahun 2026 memang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, namun disusun berdasarkan evaluasi capaian dan potensi riil daerah. Fokus kami adalah optimalisasi, bukan membebani masyarakat,” ujar Ashari.
Ia menambahkan, peningkatan target juga dibarengi dengan penguatan sistem pemungutan, pengawasan, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Ketua DPRD Bolmong Tony Tumbelaka, menyatakan dukungan terhadap kenaikan target PAD 2026 selama tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian.
“DPRD mendukung peningkatan target PAD 2026 yang naik sekitar 10 persen dari 2025, dengan catatan pengelolaannya akuntabel dan berdampak langsung pada pelayanan publik serta pembangunan daerah,” kata Tony.
Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan agar target yang telah ditetapkan dapat terealisasi secara optimal.
Dengan target PAD 2026 sebesar Rp54,16 miliar, Pemkab Bolmong berharap ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat terus ditekan. PAD yang kuat dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)





