Oleh: Hasdy-Totabuan.co
Usia 72 tahun bagi sebuah daerah bukan sekadar angka. Ini adalah akumulasi sejarah, harapan, sekaligus beban yang terus dibawa ke masa depan. Kabupaten Bolaang Mongondow kini berada di titik itu persimpangan antara refleksi panjang dan tuntutan perubahan yang tak bisa ditunda.
Di tengah momentum tersebut, kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta hadir sebagai babak baru. Publik, seperti biasa, tidak hanya menaruh harapan, tetapi juga mengajukan pertanyaan ke mana arah Bolmong akan dibawa?.
Sejauh ini, langkah yang diambil belum sepenuhnya ditandai oleh gebrakan besar. Namun justru di situlah letak pendekatan yang menarik. Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta tampak memilih membenahi dari dalam birokrasi, ritme kerja pemerintahan, hingga cara negara hadir dalam kehidupan warga.
Pendekatan ini mungkin tidak segera menghasilkan sorotan. Tidak ada lonjakan dramatis yang mudah dipamerkan. Tetapi dalam konteks pemerintahan daerah, pembenahan fondasi sering kali menjadi pekerjaan paling menentukan dan paling sulit.
Persoalannya, waktu tidak selalu memberi ruang bagi proses yang terlalu lambat. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan stabilitas dan tata kelola yang rapi. Di sisi lain, tuntutan terhadap hasil nyata juga semakin mendesak terutama dalam hal infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi lokal.
Di titik ini, kepemimpinan diuji. Bukan hanya soal niat atau arah, tetapi konsistensi dalam mengeksekusi kebijakan. Apakah pembenahan internal itu akan bermuara pada percepatan pembangunan? Ataukah ia berhenti sebagai rutinitas administratif yang rapi, namun minim dampak?
Narasi “maestro baru” yang disematkan kepada Yusra Alhabsyi tentu membawa ekspektasi tersendiri. Seorang maestro tidak hanya memahami komposisi, tetapi juga mampu menghadirkan harmoni yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Dalam konteks pemerintahan, harmoni itu berarti kebijakan yang bekerja, birokrasi yang responsif, dan masyarakat yang merasakan manfaatnya secara langsung.
HUT ke-72 Bolmong seharusnya tidak berhenti sebagai perayaan simbolik. Ia perlu dibaca sebagai pengingat bahwa waktu terus berjalan, sementara tantangan tidak menunggu. Daerah ini membutuhkan lebih dari sekadar stabilitas daerah membutuhkan akselerasi yang terukur.
Di usia ke-72 ini, harapan itu tetap menyala di tengah masyarakat sederhana namun kuat. Tentang jalan yang lebih baik untuk dilalui, pelayanan yang lebih dekat untuk dirasakan, dan masa depan yang memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-72 Kabupaten Bolaang Mongondow. Semoga langkah yang ditempuh hari ini benar-benar menjadi pijakan kokoh menuju daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera bagi semua. (*)





