TOTABUAN.CO BOLMONG — Kebakaran hebat terjadi Pasar Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Kamis 3 April 2025 sekitar pukul 18:45 WITA.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, api begitu cepat melahap material di komplek pasar.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBd) Bolmong, dugaan sementara kebakaran Pasar Lolak terjadi akibat arus pendek listrik.
Kendati demikian tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
Data sementara musibah kebakaran, terdapat 13 unit kios, 17 lapak kerugian ditaksir mencapai 1 miliar lebih.
Tidak hanya itu, dari peristiwa tersebut, terdapat 6 unit kendaraan roda dua ikut terbakar serta bahan pokok, pakaian, perhiasan, elektronik dan aksesoris.
Kunjungi Lokasi Kebakaran
Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi meninjau lokasi pasar Lolak pasca kebakaran Jumat (4/4).
Kunjungan itu, Yusra didampingi Anggota DPRD Supandri Damogalad.
Kunjungan tersebut, sekaligus menyerahkan dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana.
Dalam kunjungannya, Bupati Yusra ungkapkan rasa keprihatinanya atas kejadian yang menimpa warga di lokasi Pasar tersebut.
“Pemerintah tentu merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa warga semalam. Tetap bersabar dengan kejadian ini,” kata Yusra.
Saat ini pemerintah daerah baru sebatas memberikan bantuan seadanya untuk kebutuhan mendesak warga. Upaya pertama pemerintah daerah, mencetak kembali dokumen kependudukan warga yang sudah hangus terbakar api.
“Paling penting dalam kondisi ini adalah dokumen Kependudukan. Setiap warga yang terdampak berhak menerima bantuan dari pemerintah, penerimaan bantuan berdasarkan data kependudukan berupa KTP dan Kartu Keluarga. Untuk sementara itu dulu yang bisa kami berikan,” ucap Bupati Yusra.
Bupati juga menghimbau, instansi-instansi terkait dapat memperhatikan kebutuhan mendesak warga yang terdampak bencana.
“Pemerintah desa dan Pemerintah Kecamatan harus pro aktif memberikan laporan kondisi yang terjadi di tempat kejadian. Instansi-instansi terkait juga harus berperan aktif membantu meringankan beban korban bencana kebakaran ini,” pintanya. (*)