Empat Ribu Lebih Siswa di Kotamobagu Dapat Buku Tabungan Indonesia Pintar

Penjabat Walikota Kotamobagu Muhamad Rudi Mokoginra saat menyerahkanBuku Tabungan Indonesia Pintar kepada salah satu siswa penerima.

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU—  Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu melansir, ada Empat ribuan lebih siswa SD hingga SMP yang menerima buku tabungan Percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diserahkan secara simbolis oleh penjabat Walikota Kotamobagu Muhamad Rudi Mokoginta Kamis (26/4).

Kepala Dinas Pendidikan Kotamobagu Rukmi Simbala menyatakan, percepatan penyaluran PIP dilakukan melalui aktivasi buku tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).

Bacaan Lainnya

“Ada Empat ribuan lebih. Mulai siswa SD dua ribuan begitu juga dengan siswa SMP,” kata Rukmi usai penyerahan buku tabungan.

Rukmi menjelaskan, program buku tabungan Indonesia pintar dikhususkan bagi siswa usia SMP, yakni 13-15 tahun yang berhak menerim, termasuk penerima kartu keluarga sejahterah.

Program Presiden Joko Widodo ini, memastikan bahwa anak-anak wajib menerima pendidikan. Itu sekaligus menggaransi agar anak-anak tidak putus sekolah.

Pihak bank penyalur membagikan buku tabungan dan formulir aplikasi percepatan PIP kepada siswa. Jika aktivasi sudah dilakukan, buku tabungan harus disimpan baik-baik. Dana bisa segera dicairkan melalui bank penyalur.

”Digunakan seefisien mungkin. Tidak boleh untuk beli pulsa. Bisa untuk beli pensil, buku, dan keperluan sekolah,” paparnya.

Menurut dia, langkah itu bertujuan mendukung dan mewujudkan generasi emas Indonesia.

Rian salah satu siswa yang mendapatkan buku tabungan SimPel. Siswa kelas VIII disalah sstu SMP itu menerima buku tabungan yang diserahkan Walikota Kotamobagu.

Dia mengaku senang mendapatkan buku tabungan itu. Rencananya, dana Rp 450 ribu itu akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah.

”Rencana untuk beli tas, buku dan sepatu,” kata Rian.

 

Penulis: Hasdy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses