Puluhan Wartawan Tunggu Janji Walikota Tatong Bara

Puluhan Wartawan Tunggu Janji Walikota Tatong Bara
Walikota Kotamobagu Tatong Bara
Puluhan Wartawan Tunggu Janji Walikota Tatong Bara
Walikota Kotamobagu Tatong Bara

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU— Janji Walikota Kotamobagu Tatong Bara untuk mencopot Kabag Perekonomian dari jabatannya masih ditunggu puluhan wartawan yang tergabung dalam Front Jurnalis BMR. Janji pencopotan jabatan itu terkait dengan aksi pelecehan profesi oknum Kabag Perekonomian Ham Rumoroi kepada salah satu wartawan yang berakhir demo di kantor Walikota hingga ke rumah dinas Senin (28/12) lalu.

“Janji dari Walikota Tatong Bara untuk mencopot Kabag Perekonomian Ham Rumoroi, kita masih tunggu,” ujar Kano Tontolawa Rabu (14/12/2016).

Bacaan Lainnya

Kano menegaskan, Walikota harus berani dan komitmen untuk memberantas para pejabat yang bermental preman. Apalagi pejabat yang tidak tahu menghargai bahkan memiliki karakter sebagai preman hingga melecehkan profesi wartawan dengan kata cacian di depan publik.

“Kalau ini tak dilakukan, terkesan Ibu Walikota sengaja memelihara pejabat yang bermental preman, bukan pejabat bermental pelayan,” tamba Kano.

Saat berdialogi dengan puluhan wartawan di rumah dinas, Walikota Tatong Bara yang didampingi Sekot Tahlis Gallang dan Kabag Humas Al Jufri Ngandu berjanji akan mencopot Ham dari jabatannya sebagai Kabag Perekonomian. Menurut Tatong, ia menyesalkan sikap arogansi yang dipertontonkan seorang pejabat di depan publik. Apaterlebih membuang kata-kata cacian kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas. Atas nama insititusi dan lembaga kata Tatong, dirinya meminta maaf, kata Tatong.

Tatong mengatakan, untuk pencopotan Ham dari jabatannya cuma karena terkendala sementara pembahasan APBD. Ia berjanji usai pembahasan APBD hingga konsultasi APBD di Provinsi, akan segera mencopot Ham dari jabatannya.

Diketahui, Senin  (28/11) lalu puluhan wartawan menggelar aksi demo di antor Walikota meminta walikota mencopot Ham Rumoi dari jabatannya. Aksi itu dilakukan merupakan tanggapan atas sikap Ham Rumoroi yang dinilai berjiwa preman. Peristiwa tersebut menurut para wartawan,  sebagai bentuk penodaan terhadap kebebasan pers. (Mg2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses