Adnan: Walikota Kecam ASN Dilapor Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Adnan: Walikota Murka dengar ASN Dilapor Kasus Pelecehan
Majelis Kode Etik yang dipimpin Kepala BKD Adnan Masinae saat menerima para pendemo di depan kantor walikota Kotamobagu
Adnan: Walikota Murka dengar ASN Dilapor Kasus Pelecehan
Majelis Kode Etik yang dipimpin Kepala BKD Adnan Masinae saat menerima para pendemo di depan kantor walikota Kotamobagu

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU— Walikota Kotamobagu Tatong Bara murka setelah mendengar adanya laporan salah siswi PSG yang diduga mendapat perlakukan tidak senonoh dari oknum Kabid yang bertugas di Dinas PU. Bahkan setelah menerima laporan itu, langsung memerintahkan Majelis Kode Etik (MKE) untuk segera mengambil tindakan untuk memproses lewat sidang MKE.

“Walikota mengecam dugaan aksi ini. Bahkan langsung memerintahkan untuk segera memproses terduga,” kata Kepala BKD Adnan Masinae usai menerima aksi demo di depan kantor walikota Senin (5/12/2016).

Bacaan Lainnya

Adnan mengatakan, proses MKE saat ini sedang berjalan. Bahkan korban juga sudah dimintai keterangan di kantor BKD. “Semua kronologis sudah kita mintakan ke korban. Korban masih trauma makanya didampingi orang tuannya,” tuturnya.

Walikota telah menegaskan, agar kasus ini diproses secara transparan kata Adnan. Sehingga tidak ada yang dirugikan. Ia berjanji dalam waktu dua hari persoalan ini akan selesai di MKE.

“Kita tinggal menunggu keterangan terduga pelaku. Semoga dalam waktu dua hari akan ada hasil,” jelasnya.

Namun, sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang  disiplin PNS akan ada sanksi yang diberikan termasuk soal kode etik yakni pencopotan dari jabatan. Selain itu saknsi yang kedua yakni tinggal menunggu hasil penyelidikan dari Kepolisian hingga putusan sidang dari pengadilan.

“Kalau memang putusan incraht atau putusan tetap dari pengadilan, yang pasti berujung hingga ke sanksi pemecatan,” tandasnya. (Mg2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses