Harga Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Kotamobagu Naik

Wali Kota mencontohkan, tahun investasi dibidang pertanian, Kotamobagu harus surplus beras, begitu juga dengan ikan harus surplus untuk disuplai ke rumah makan dan restaurant serta hasil pertanian lainnya.
Suasana pedagang bumbu dapur di pasar tradisional Serasi Kotamobagu
Wali Kota mencontohkan, tahun  investasi dibidang pertanian, Kotamobagu harus surplus beras, begitu juga dengan ikan harus surplus untuk disuplai ke rumah makan dan restaurant serta hasil pertanian lainnya.
Suasana pedagang bumbu dapur di pasar tradisional Serasi Kotamobagu

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU– Akibat cuaca yang tidak menentu, harga bumbu dapur di pasar tradisional Kota Kotamobagu mulai merangkak naik. Kenaikan tertinggi terjadi pada bawang daun yang mencapai 45 ribu rupiah per bal atau setara dengan tiga kilo gram.

Para pedagang mengaku, kenaikan harga bumbu dapur terjadi sudah sejak sepekan terakhir ini yang di akibatkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu membuat hasil panen petani menurun.

Bacaan Lainnya

Kenaikan ini terjadi pada bumbu dapur seperti cabe rawit  tomat dan bawang daun  yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Cabe rawit misalnya  saat ini dijual pedagang 30 ribu rupiah per kilo gram. Padahal sebelumnya cabe dijual dengan harga 15 ribu rupiah perkilo gram.

Tomat biasanya dijual dengan harga 2 ribu rupiah perkilogam kini naik menjadi 10 ribu rupiah perkilogramnya. Demikian pula dengan bawang daun,  sebelumnya 20 ribu rupiah per bal, naik menjadi 40 ribu rupiah per bal atau setara dengan tiga kilo gram.

“Kenaikan ini terjadi sudah sejak sepekan terakhir ini yang di akibatkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu,” kata Ratna pedagang pasar serasi Kotamobagu Rabu (19/10/2016).

Meskipun harga bumbu dapur mahal namun tidak menurunkan daya beli masyarakat. Sebab bumbu dapur ini menjadi kebutuhan pokok sehari hari untuk mengolah makanan. (Mg2)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses