DPRD Kotamobagu Soroti Proyek Hotmix PU Sulut

Proyek Pemprov Sulut kerap kali disorot warga Bolmong Raya karena kualitas pekerjaan asal jadi. Nampak Gubernur Sulut Sinyo H Sarundjang saat meresmikan salah satu proyek PU Sulut beberapa waktu lalu
Proyek Pemprov Sulut kerap kali disorot warga Bolmong Raya karena kualitas pekerjaan asal jadi. Nampak Gubernur Sulut Sinyo H Sarundjang saat meresmikan salah satu proyek PU Sulut beberapa waktu lalu
Proyek Pemprov Sulut kerap kali disorot warga Bolmong Raya karena kualitas pekerjaan asal jadi. Nampak Gubernur Sulut Sinyo H Sarundjang saat meresmikan salah satu proyek PU Sulut beberapa waktu lalu

TOTABUAN.CO, KOTAMOBAGU – Lagi-lagi proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Utara (Sulut) disoroti pekerjaannya di wilayah Kotamobagu. Kali ini proyek pekerjaan jalan Hotmix di jalan Ponegoro, Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara di soroti oleh anggota DPRD Kotamobagu, Ishak R Sugeha.

Ishak Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu itu menilai proyek jalan tersebut tidak sesuai bestek. Sebagai wakil rakyat, Ishak didesak oleh warga untuk mempertanyakan dan menyoroti pekerjaan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kualitas materialnya kurang sesuai dengan spesifikasi kontrak. Saya melihat bahwa jika merujuk dari Jof Mix Formula (JMF) atau Mix Desain biasanya sudah disepakati PPK, Konsultan maupun Kontraktor sesuai uji material di Laboratorium, sangat nampak kadar asphalnya  tidak  sesuai  dengan  JMF  yang  sebenarnya.  Termasuk  derajat  Asphal  dibawah  100  derajat,”  beber Ishak dikenal sebagai konsultan proyek ini.

Menurut Ketua DPC Demorkat Kotamobagu ini, overlay atau pelapisan perekat material hanya seadanya. Termasuk sambungan aspal terkesan asal jadi serta beberapa permukaan jalan masih bergelombang dan kualitas aspal mudah keropos yang memungkinkan usia kontruksi tidak sesuai rencana.

“Saya tidak tahu apakah paket pekerjaan ini satu paket dengan Jalan Ahmad Yani (pusat perkotaan, red) atau tidak. Seandainya tidak, kenapa tidak ada papan proyek,” terangnya.

Makanya, Ishak meminta agar semua kekurangan atas proyek tersebut harus diperbaiki kembali. Dan  KPA/PPK tidak membayarkan pekerjaan yang bermasalah, tidak sesuai bestek dan tidak sesuai persentase.

“Ini penting buat saya dan teman-teman Komisi II awasi dan kritiki. Karena jalan ini kami perjuangkan masuk APBN melalui Dinas PU Sulut, Balai Peningkatan Jalan Sulutenggo, Dirjen KemenPU,” pungkas mantan Calon Wakil Walikota ini.

 

Peliput: Hasdy Fattah

CITIZEN JOURNALIST : memberi ruang kepada Anda melaporkan peristiwa disekitar Anda baik kegiatan sosial, kegiatan kelompok, organisasi atau kritik terhadap pelayanan publik Dll. Kirim beritanya (disertai foto objek, atau pengirim), ke email : [email protected] | pengirim disertai alamat dan nomor contak| seluruh isi berita jadi tanggung jawab pengirim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses