Dikpora Mencatat ada 20 Siswa SMP tak Ikut UN

Wakil Wali Kota Djainuddin Damopolii usai menyematkan tanda peserta Ujian Nasional kepada salah satu siswa
Wakil Wali Kota Djainuddin Damopolii usai menyematkan tanda peserta Ujian Nasional kepada salah satu siswa
Wakil Wali Kota Djainuddin Damopolii usai menyematkan tanda peserta Ujian Nasional kepada salah satu siswa

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU – Dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kotamobagu  mencatat, setelah empat hari pelaksanaan ujian nasional (UN) tercatat 20 siswa tidak ikut UN. Namun ke 20 siswa itu masih akan diberikan kesempatan untuk ikut UN susulan yang rencananya akan dilakukan pada Senin (16/5) pekan depan.

Kepala Seksi Kurikulum Dikpora Kotamobagu Rastono menuturkan, 20 siswa yang tidak ikut ujian itu mulai hari pertama hingga hari akhir.

Bacaan Lainnya

“Ada tiga siswa yang dikabarkan sakit dan memiliki surat keterangan dokter. Yang lainnya tidak ada informasi,” kata Rastono.

Dikatakannya, sebagian besar siswa yang tak mengikuti ujian adalah siswa SMP terbuka yang dititipkan disejumlah sekolah.  Ia menjelaskan, yang bisa ikut ujian susulan hanya mereka yang memiliki surat keterangan dokter jika sakit ataupun alasan yang jelas sehingga tidak sempat ikut ujian.

“Yang tidak ada surat keterangan otomatis tidak lulus ujian dan tak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kecuali yang bersangkutan ikut paket B,” tambah Rastono menjelaskan.

Seperti diketahui, UN tingkat SMP sederajat dikuti 2.287 siswa yang terdiri dari 13 sekolah penyelenggara. (Has)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses