Kebiasaan Kecil Penyebab Gagalnya Wawancara Kerja

TOTABUAN.CO — Kamu punya kebiasaan seperti memain-mainkan rambut atau matamu yang tidak fokus ketika berbicara dengan orang? Hati-hati kebiasaan ini bisa menjadi penyebab gagalnya sesi wawancara kerjamu tanpa kamu sadari.

Karena itu simak baik-baik kebiasaan kecil yang sebaiknya dihindari saatwawancara kerja seperti dikutip dari Her Campus, Sabtu (11/4/2015).

Bacaan Lainnya

1. Mengabaikan satpam dan resepsionis

Sebelum memasuki ruang wawancara, kamu akan melewati lobi di mana kamu akan bertemu dengan para satpam dan resepsionis. Karena terlalu fokus, mungkin kamu sampai mengabaikan keberadaan mereka. Bersikap baik pada mereka jadi ide yang baik untuk memulai sesi wawancara kerjamu.

2. Nampak mengganggu di ruang tunggu

Ketika sedang menunggu, jangan sampai terlihat mengganggu. Misalnya, jangan membaca majalah yang terlalu besar, karena bisa jadi seseorang akan datang menghampiri dan berjabat tangan denganmu.

3. Menghindari kontak mata

Hindari kebiasaan tidak melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Pastikan kamu fokus melakukan kontak mata dengan pewawancara.

4. Sikap negatif saat gugup

Gugup tidak berarti harus memain-mainkan rambut dan kaki atau nampak gelisah. Kamu harus tetap bersikap profesional.

5. Bahasa tubuh

Apa yang kamu katakan pada sesi wawancara kerja sama pentingnya dengan bagaimana kamu menyampaikannya. Kamu harus bisa tahu bagaimana menggunakan bahasa tubuhmu dengan baik. Caramu dalam membawa diri menjadi bagian terpenting pada sesi wawancara kerja.

6. Bicara dengan nada yang monoton

Ketika gugup, kamu akan bicara lebih cepat. Kamu perlu mengambil nafas dan berbicara perlahan sehingga pewawancara bisa memahami apa yang kamu sampaikan.

7. Menjadi canggung

Canggung adalah hal yang umum. Tapi jangan sampai hal ini merusak sesiwawancara kerjamu.

8. Tidak tersenyum

Ada kualitas yang harus kamu definiskan selama wawancara kerja, yaitu ekspresi wajahmu. Sangat penting untuk terlihat antusias dan memiliki ekspresi yang bersinar-sinar.

Kamu bisa memperbaiki sesuatu, setidaknya bila kamu mawas diri terhadap hal tersebut. Pewawancara tidak akan memberi tahu bila kamu telah melakukan sesuatu yang salah. Jadi mintalah saran dari keluarga dan teman untuk dapat menunjukkan kebiasaan yang baik bagimu.

sumber : okezone.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses