Dipercaya Atau Tidak Mitos di Pilcaleg 2014 Bakal Terulang 99 Persen Incumbent Tidak Dipilih

Anggota DPRD Kotamobagu diantaranya akan di PAW karena lompat pagar | totabuan.co
Mitos kecil peluang incumbent Anggota DPRD Kotamobagu terpilih lagi | totabuan.co
Mitos kecil peluang incumbent Anggota DPRD Kotamobagu terpilih lagi | totabuan.co

KOTAMOBAGU (totabuan.co) Percaya atau tidak namun, ada mitos politik baru di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu .

Mitos ini mulai gentayangan dibenak para incumbent anggota DPRD Kotamobagu yang duduk sejak lima tahun lalu.  Apa itu? Anggota DPRD  yang duduk saat ini, mulai khawatir jika mereka tidak akan duduk lagi, seperti yang terjadi di Pemilihan Legislatif 2009, lalu.

Bacaan Lainnya

Sutomo Samad, anggota DPRD Kotamobagu tertua dari Partai Barisan Nasional (Barnas), menyebutkan saat pertarungan kursi DPRD 2009 lalu, ada 20 incumbent yang bertarung lagi. Ternyata, setelah penetapan hanya satu orang incumbent yang duduk lagi.

“Mitos sih belum. Tapi, bisa saja ini bukan kebetulan,” kata Samad, yang memutuskan tidak ingin maju lagi karena usia.

Senada dikatakan Meidy Makalalag, anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dirinya menilai, karakter pemilih di Kotamobagu lain dari karakter di daerah lain. Pemilih di Kotamobagu sulit ditebak dan sudah mampu melihat mana yang layak dan mana yang tidak.

Hanya saja, lanjut Meidy, itu semua tergantung dari pribadi si anggota DPRD.

“Bila selama ini menjaga hubungan baik dengan masyarakat, terutama mampu menjaga konstituennya, kemudian menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan benar, pasti akan dipilih lagi,” kata Meidy.

Mitos yang ditakuti ini, diperkuat dengan jumlah incumbent yang saling berebut kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Di Dapil 2 mewakili Kelurahan Kotamobagu Selatan dengan 6 kursi (29.954 pemilih), misalnya, diikuti 8 orang incumbent. Otomatis, ada 2 incumbent yang tidak akan memperoleh kursi.

“Itupun bila masih diinginkan,” kata Jusran Mokolanot, anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Memang cukup berat bagi saya. Ada 8 anggota DPRD, termasuk saya. Sementara jumlah kursinya terbatas. Belum lagi pendatang baru yang punya pendukung dan amunisi (uang) lebih banyak. Tapi, saya tetap optimis. Karena ada 4 incumbent dalam satu partai, yang peluang duduk semua sangat kecil,” terangnya.

Meski Dapil 2 disebut Dapil neraka, tapi Dapil yang lain juga punya tantangan tersendiri. Hanya saja, kursi yang tersedia masih cukup untuk diperebutkan para incumbent.

“Saya kira sama saja kondisinya. Pertarungan kali ini cukup berat. Banyak pendatang baru yang latar belakangnya kuat, seperti mantan camat dan mantan lurah/sangadi,” pungkas Rudini Sako, anggota DPRD dari Partai Golkar (PG).

(has)

 Peta Pemilihan Legislatif 2014

Dapil (Kec) Kursi Pemilih Incumbent

1 (Utara-Timur) 10 47.249 Rustam Siahaan

Suryadi Baso

Ishak Sugeha

Agus Suprijanta

2 (Selatan) 6 29.954 Jusran Mokolanot

Meidy Makalalag

Kadir Rumoroy

Rewi Daun

Bayu S Damopolii

Ridwan Makalalag

Bob Paputungan

Eni Mondo

3 (Barat) 9 42.713 Rudini Sako

Tri Mokobombang

Jufry Limbalo

Diana Roring

Suharsono Marsidi

 

Sumber: Diperoleh dari KPU dan Parpol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses