Di Bolmong Selama Mei, ada 9 Sekolah Disegel  

Tampak penyegelan pintu masuk ruangan kelas SMP 10 Dumoga yang dilakukan warga
Tampak penyegelan pintu masuk ruangan kelas SMP 10 Dumoga yang dilakukan warga
Tampak penyegelan pintu masuk ruangan kelas SMP 10 Dumoga yang dilakukan warga

TOTABUAN.CO BOLMONG – Kondisi belajar mengajar para siswa mulai tingkat SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong),  pada Mei lalu, tak berjalan normal. Dua kali mutasi dan pergantian kepala sekolah (Kepsek) dalam satu bulan terus menuai ketidakpuasan sejumlah orang.

Tercatat pada Mei lalu, ada Sembilan sekolah disegel warga. Mulai dari sekolah dasar hingga SMA sederajat. Akibatnya aktivtas belajar mengajar para siswa terganggu, akibat ulah dari oknum yang mengaku tidak terima dengan rolling.

Bacaan Lainnya

Ketua Gerakan Pemuda Cinta Tanah Lahir (Garputala) Bolmong, Adriadi Paputungan mengatakan, masalah yang timbul dari mutasi Kasek ini melenceng dari harapan visi dan misi pemerintahan Bupati Salihi Mokodongan dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, yakni tentang peningkatan sumber daya manusia (SDM).

 “Berbicara SDM, tentu melekat pada pendidikan. Sayang, itu semua masih sangat jauh dari harapan,” kata Adri.

Dalam 30 hari terakhir ini, sudah dua kali terjadi mutasi Kepsek. Mutasi pertama pada 9 Mei lalu, empat sekolah disegel warga. Kisruh tersebut berujung pada dicopotnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sunge Paputungan. Pada mutasi 2 Juni, juga berujung pada penyegelan enam sekolah. Total 9 sekolah disegel warga dalam sebulan terakhir. Namun, saat ini seluruh segel sekolah telah dilepas dan kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung lagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Farid Asimin, menilai reaksi tersebut adalah hal wajar. “Wajar, orang yang tidak puas bereaksi. Tapi, mutasi ini sudah melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dan melibatkan juga instansi teknis Dinas Pedidikan Nasional (Diknas),” kata Farid, Rabu (4/6).

Farid mengatakan, dampak yang timbul setelah mutasi tersebut tetap menjadi bahan evaluasi. Tapi, bukan berarti keputusan tersebut akan kembali berubah. Ini kan masalah ketidakpuasan saja,tambah dia. (Irgi/Has)

Sekolah yang Sempat Disegel Warga 

SEKOLAH                                        KECAMATAN

SD Negeri 1 Imandi                         Dumoga Timur

SD Negeri 2 Imandi                         Dumoga Timur

SD Negeri 2 Poopo Barat                Passi Timur

SMA Negeri 1 Sangtombolang     Sangtombolang

SMP 1 Dumoga                                   Dumoga Timur

SMP 2 Dumoga                                  Dumoga Utara

SMP 5 Dumoga                                   Dumoga Barat

SMP 10 Dumoga                                Dumoga Barat

SMP 4 Dumoga                                   Dumoga

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses