TOTABUAN.CO POLITIK – Peluang Michaela Elsiana Paruntu (MEP) untuk melenggang mulus sebagai Ketua DPD I Partai Golongan Karya Sulawesi Utara (Sulut) semakin terbuka lebar. Hingga penutupan pendaftaran, MEP menjadi satu-satunya kandidat yang resmi mendaftar dalam bursa calon ketua pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulut.
Kondisi ini menempatkan MEP sebagai calon tunggal, sekaligus mengindikasikan kuatnya konsolidasi internal partai menjelang pelaksanaan Musda. Dukungan politik yang solid dari struktur partai dinilai menjadi faktor utama minimnya penantang dalam kontestasi kali ini.
Sinyal dukungan tersebut sebelumnya juga terlihat saat proses pendaftaran, di mana MEP diantar langsung oleh Christiany Eugenia Paruntu yang saat ini masih menjabat Ketua DPD I Golkar Sulut. Kehadiran CEP dinilai sebagai bentuk restu politik sekaligus upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh Golkar Sulut.
Dalam pernyataannya, MEP menegaskan kesiapan untuk memimpin dan memperkuat soliditas partai ke depan, termasuk menghadapi agenda politik strategis seperti Pemilu dan Pilkada.
“Fokus utama adalah konsolidasi dan memastikan Golkar Sulut tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan,” ujarnya.
Pengamat politik menilai, skenario calon tunggal dalam Musda bukan hal baru dalam dinamika internal partai, melainkan cerminan dari kompromi politik dan kesepakatan elite untuk menjaga stabilitas organisasi.
Dengan posisi sebagai calon tunggal, MEP diprediksi akan terpilih secara aklamasi dalam Musda Golkar Sulut, sekaligus membuka babak baru kepemimpinan partai di tingkat provinsi. (*)





