Pemkab Bolmong Antisipasi Kenaikan Bahan Pangan

TOTABUAN.CO BOLMONG — Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) bergerak cepat mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan menyusul hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (6/4/2026).

Rakor tersebut terungkap kondisi inflasi di Kabupaten Bolmong masih tergolong aman dan terkendali. Namun demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga sejumlah bahan komoditas.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Bolmong masuk 10 besar daerah dengan kenaikan IPH secara nasional. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada daya beli masyarakat jika tidak segera ditangani.
Sejumlah bahan pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai. Kenaikan harga komoditas tersebut dinilai menjadi faktor utama meningkatnya IPH di daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Bolmong, I Wayan Mudiyasa menegaskan segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Inflasi Bolmong masih dalam kondisi aman, namun kami tetap siaga karena IPH masuk 10 besar kenaikan. Tim Satgas Pangan akan segera turun ke pasar-pasar untuk memantau langsung perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok,” ujar Mudiyasa Selasa (7/4).

Ia menambahkan, sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik. Upaya ini diharapkan mampu menekan harga serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses