TOTABUAN.CO SULUT – Langkah besar kembali diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Yulius Selvanus resmi melepas peserta magang ke Jepang, membuka peluang nyata bagi generasi muda Sulut menembus pasar kerja internasional.
Program ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja. Di baliknya, tersimpan strategi besar untuk mengangkat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah agar mampu bersaing di level global. Jepang dipilih sebagai tujuan karena dikenal dengan standar disiplin, teknologi, dan etos kerja tinggi.
Dalam momentum pelepasan tersebut, Gubernur Sulut Yjlius Selvanus menegaskan, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Para peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi Sulawesi Utara di mata dunia.
“Ini bukan hanya soal bekerja, tapi tentang membentuk karakter, disiplin, dan masa depan,” tegas Purnawiraan Jendral TNI Bintang Dua ini.
Program magang ke Jepang selama ini terbukti menjadi salah satu jalur paling efektif meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Para peserta akan mendapatkan pengalaman langsung di sektor industri, penguasaan teknologi, hingga kemampuan bahasa asing yang menjadi modal penting di era globalisasi.
Tak hanya itu, program ini juga membuka harapan baru di tengah tantangan lapangan kerja yang semakin kompetitif. Dengan bekal pengalaman internasional, para peserta diharapkan mampu kembali dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulut pun terus memperkuat program ini melalui pelatihan intensif, pembinaan bahasa, serta pendampingan sebelum keberangkatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para peserta siap menghadapi tantangan kerja di luar negeri.
Ke depan, pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri diproyeksikan terus meningkat. Pemprov Sulut menargetkan lebih banyak generasi muda yang mampu menembus pasar global dan membawa dampak ekonomi bagi daerah.
Dengan langkah ini, Sulawesi Utara tidak hanya mengirim tenaga kerja, tetapi sedang membangun generasi baru yang siap bersaing di panggung dunia. (*)





