TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU – Aktivitas perdagangan di Pasar Senggol Kotamobagu 2026 resmi dimulai. Sejak hari pertama pembukaan, ratusan pedagang langsung memadati lokasi pasar yang dipusatkan di area eks Rumah Sakit Datoe Binangkang.
Pasar musiman yang selalu hadir menjelang Hari Raya Idul Fitri ini kembali menjadi magnet bagi masyarakat, baik pedagang maupun pembeli. Berbagai kebutuhan lebaran seperti pakaian, aksesoris, hingga perlengkapan lainnya mulai dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
Pembukaan Pasar Senggol dilakukan oleh Pemkot Kotamobagu dan diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kotamobagu, Sahaya Subagio Mokoginta.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pasar senggol merupakan wadah penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Menurutnya, keberadaan Pasar Senggol bukan hanya mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan lebaran dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di Kota Kotamobagu.
“Pemerintah daerah tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan pasar senggol kali ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara asosiasi, pemuda Kampung Baru, serta para pedagang sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemilihan lokasi di area eks Rumah Sakit Datoe Binangkang bertujuan untuk memastikan aktivitas pasar berlangsung tertib dan aman. Penempatan di satu lokasi terpusat juga diharapkan dapat mencegah munculnya pasar senggol ilegal di luar area yang telah ditentukan.
Dengan antusiasme pedagang dan masyarakat yang tinggi, Pasar Senggol Kotamobagu tahun ini diperkirakan akan kembali menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. (*)





