ASPES Imbau Warga Waspada Daging Murah

TOTABUAN.CO MANADO – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Manado mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir. Kenaikan ini terpantau di Pasar Bersehati pada Senin (16/02/2026).

Harga daging sapi yang sebelumnya berada di angka Rp125 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai bersiap menyambut Ramadhan.

Menanggapi kondisi itu, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pemotong Sapi (ASPES), Andris Iradat, menjelaskan bahwa lonjakan harga daging menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap tahun.

Menurutnya, meskipun stok daging sapi terbilang cukup, tingginya daya beli masyarakat menjelang Ramadhan membuat harga ikut menyesuaikan. “Permintaan meningkat signifikan, sehingga harga pun bergerak naik mengikuti mekanisme pasar,” ujarnya.

Namun demikian, Andris mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap daging sapi yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran. Ia menegaskan, harga murah patut dicurigai karena berpotensi berasal dari daging tidak layak konsumsi.
“Masyarakat jangan tergiur harga murah. Bisa saja itu daging dari sapi bangkai atau hasil curian yang tidak jelas asal-usul serta kesehatannya. Ini tentu sangat berisiko,” tegasnya.

ASPES pun berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado dapat memperketat pengawasan peredaran daging di pasar-pasar tradisional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan daging yang beredar tetap aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses