TOTABUAN.CO BOLTIM – Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, diterpa isu hoaks terkait dugaan permintaan sejumlah uang kepada pemilik lokasi tambang emas tradisional di kawasan Perkebunan Gunung Tinggi, Desa Tobongon, Kecamatan Modayag.
Isu tersebut menyebut adanya permintaan uang ratusan juta rupiah terkait pembukaan garis polisi (police line) di lokasi tambang rakyat. Namun informasi itu dipastikan tidak benar dan tidak berdasar.
Klarifikasi disampaikan langsung Kapolres Boltim melalui sambungan telepon WhatsApp pada Minggu (22/02/2026).
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh keterangan para pemilik lokasi tambang yang bersengketa, yakni Idris Sudomo dan Siska Matiala.
Keduanya menegaskan tidak pernah ada permintaan uang dalam bentuk apa pun dari Kapolres Boltim terkait pembukaan police line. Mereka menyebut informasi yang beredar merupakan kabar menyesatkan yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Idris Sudomo menjelaskan, pembukaan police line dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan dan pertimbangan sosial. Aktivitas tambang rakyat di Gunung Tinggi menjadi sumber penghidupan utama bagi ratusan penambang dan keluarganya.
Siska Matiala juga membantah keras isu tersebut. Ia bahkan menduga kabar itu sengaja digulirkan oleh oknum tertentu untuk menggiring opini publik agar lokasi tambang kembali ditutup.
Sementara itu, Kapolres Boltim menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil semata-mata didasarkan pada kepentingan kemanusiaan dan sosial masyarakat. Ia memastikan tidak ada imbalan, kepentingan pribadi, maupun praktik penyimpangan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Ia juga menekankan komitmen Polres Boltim untuk tetap menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Pihaknya tidak akan mentolerir tudingan tanpa dasar yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dengan adanya klarifikasi dari seluruh pihak terkait, isu yang menerpa Kapolres Boltim dipastikan merupakan informasi hoaks dan tidak memiliki dasar fakta. (*)





