TOTABUAN.CO BOLMONG – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang ikut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional, yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Februari 2026.
GPM ini digelar sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah serta perayaan Imlek.
Secara nasional, GPM serentak dilaksanakan di 389 titik yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten/kota, kantor Perum BULOG, serta titik penyelenggaraan oleh pusat.
Untuk wilayah Sulawesi Utara, Kabupaten Bolmong tercatat sebagai salah satu kabupaten yang melaksanakan GPM, dengan satu titik lokasi pelaksanaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bolmong, I Wayan Mudiyasa mengatakan, pelaksanaan GPM ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan di pasaran.
“GPM serentak ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadan dan perayaan Imlek,” ujar I Wayan Mudiyasa.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut dengan harga di bawah pasar. Di antaranya beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir, serta bahan pangan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Adapun harga bahan pangan dalam GPM di Bolmong yakni, Beras SPHP: Rp58.000 per 5 kilogram. Minyak goreng: Rp15.700 per liter (sesuai HET) dan Gula pasir: Rp18.000 per kilogram.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi penting mengingat harga minyak goreng di pasaran mulai merangkak naik, bahkan mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
“Melalui GPM, kami berharap dapat menekan gejolak harga, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah,” tambahnya.
I Wayan Mudiyasa juga mengimbau masyarakat Kabupaten Bolmong untuk memanfaatkan kegiatan GPM ini dengan baik dan berbelanja sesuai kebutuhan. Secara keseluruhan, sepanjang Februari 2026, pelaksanaan GPM di Indonesia tercatat mencapai 1.092 titik yang tersebar di 25 provinsi dan 224 kabupaten/kota. (*)





