TOTABUAN.CO SULUT —Proses seleksi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara memasuki tahapan krusial. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Sulut menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengisian jabatan tertinggi birokrasi daerah tersebut.
Penerapan sistem ini dilakukan atas rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan menjadi tonggak penting reformasi birokrasi di Sulawesi Utara.
Pendekatan ini menegaskan komitmen Pemprov Sulut terhadap meritokrasi, di mana penempatan pejabat benar-benar ditentukan oleh kompetensi, kinerja, dan rekam jejak, bukan faktor subjektif.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara, Olivia Theodore, menjelaskan bahwa seleksi kini memasuki tahap wawancara kompetensi teknis.
“Seleksi pengisian Sekprov kali ini menggunakan mekanisme manajemen talenta. Ini merupakan yang pertama kali diterapkan Pemprov Sulut untuk jabatan Sekprov, setelah mendapatkan rekomendasi resmi dari BKN,” ujar Olivia, Rabu (11/2).
Menurutnya, tahapan wawancara dilakukan langsung oleh Komite Talenta, dengan metode asesmen berbasis bukti kinerja. Fokus penilaian mencakup kepemimpinan, inovasi, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi tantangan birokrasi, ekonomi, dan pembangunan daerah.
“Hasil wawancara ini akan menentukan figur Sekprov Sulut ke depan, yang mampu menjawab tantangan pemerintahan secara komprehensif,” tambahnya.
Di tengah seleksi ketat tersebut, perhatian publik tertuju pada sosok Tahlis Gallang, birokrat senior yang dikenal memiliki pengalaman panjang dan matang di lingkungan pemerintahan. Tahlis menjadi salah satu kandidat yang mengikuti tahapan wawancara penentuan.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, Tahlis Gallang menghadapi persaingan berat dari sejumlah kandidat kuat berlatar belakang pendidikan doktor serta alumni Lemhannas. Meski demikian, rekam jejak dan jam terbang Tahlis di birokrasi dinilai menjadi modal penting dalam seleksi berbasis manajemen talenta ini.
Sistem Manajemen Talenta ASN sendiri, sebagaimana pedoman BKN, dirancang untuk menciptakan pengelolaan karier ASN yang objektif, transparan, dan adil. ASN dipetakan dan dipromosikan berdasarkan kompetensi serta kinerja nyata.
Ibarat pencarian bakat dalam dunia sepak bola, sistem ini bertindak sebagai talent scout menemukan figur terbaik berdasarkan performa di lapangan, bukan popularitas semata.
Dengan penerapan manajemen talenta, seleksi Sekprov Sulut kali ini bukan hanya menentukan satu nama, tetapi juga menjadi cerminan arah baru reformasi birokrasi di Bumi Nyiur Melambai. (*)





