TOTABUAN.CO BOLMONG — Gerakan positif dan inspiratif terus digalakkan sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Menanam Kebun Agri Park yang dibina oleh Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut).
Kegiatan ini menjadi inisiatif strategis yang tidak hanya berfokus pada aktivitas menanam semata, tetapi juga pada upaya membangun ekosistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai edukatif. Gerakan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., dengan lokasi kegiatan terpusat di wilayah hutan Kecamatan Dumoga dan Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Saptono, S.H., jajaran pejabat Kejati Sulut, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bolmong.
Dalam sambutannya, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan bahwa Gerakan Menanam Kebun Agri Park merupakan bentuk dukungan Kejaksaan terhadap agenda strategis nasional di bidang pangan.
“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan negara. Kejaksaan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif mendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi lahan produktif melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Kajati Sulut turut didampingi oleh Asisten Pembina Kejati Sulut, Asisten Pidana Militer, Asisten Intelijen, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu.
Lebih lanjut dijelaskan, Kebun Agri Park dirancang sebagai ruang hijau multifungsi yang memadukan unsur pertanian, pembelajaran, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak mengenal praktik pertanian yang baik, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanfaatan hasil panen.
Selain itu, Agri Park juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, agar semakin peduli dan tertarik pada sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
Peran aktif Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dalam pembinaan Kebun Agri Park menunjukkan komitmen organisasi ini dalam mendukung program-program sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, IAD berupaya meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta optimalisasi potensi lokal.
Gerakan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan unsur masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi yang terbangun, Kebun Agri Park diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan kawasan pertanian berbasis komunitas di wilayah Bolaang Mongondow,” kata Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi.
Lebih dari itu, keberadaan Agri Park diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial, tempat bertukar pengetahuan, sekaligus sarana penguatan nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Bolmong.
Dengan semangat kebersamaan, kerja sama lintas sektor, serta komitmen untuk terus bergerak maju, Gerakan Menanam Kebun Agri Park diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Bolaang Mongondow, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang inovatif, peduli lingkungan, dan konsisten mendorong pembangunan berbasis potensi lokal menuju Bolmong yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa depan. (*)





