TOTABUAN.CO POLITIK — Yusra Alhabsyi resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2026–2031. Pelantikan tersebut berlangsung di Mövenpick Hotel Jakarta City Centre, Selasa (3/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Yusra Alhabsyi dalam mengonsolidasikan PKB Sulut sebagai kekuatan politik yang inklusif, berakar pada nilai kebangsaan, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa kepemimpinan di tubuh PKB bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah perjuangan yang sarat tanggung jawab moral dan historis.
“Kepemimpinan PKB tidak diukur dari kerasnya suara atau banyaknya kursi, melainkan dari keteguhan nilai, keteladanan sikap, dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” tegas Gus Muhaimin.
Usai dilantik, Yusra Alhabsyi menegaskan, komitmennya untuk menjadikan PKB Sulut sebagai rumah besar seluruh elemen masyarakat, tanpa sekat latar belakang agama, suku, maupun budaya.
“PKB Sulut harus hadir sebagai kekuatan politik yang menyatukan, terbuka, dan benar-benar bekerja untuk rakyat. Kami akan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah serta memastikan setiap kebijakan dan langkah politik berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Yusra.
Menurut Yusra, kepengurusan yang dilantik saat ini mencerminkan semangat kebhinekaan dan kolaborasi lintas latar belakang. Hal tersebut menjadi modal utama PKB Sulut dalam membangun politik kebangsaan yang sejuk dan solutif di Bumi Nyiur Melambai.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan dijalankan secara kolektif, dengan mengedepankan kerja nyata, konsolidasi internal, serta penguatan peran PKB dalam dinamika pembangunan daerah.
Sebagai Ketua DPW PKB Sulut Yusra Alhabsyi dinilai membawa karakter kepemimpinan yang inklusif dan dialogis. Ia menempatkan PKB bukan hanya sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai wadah aspirasi masyarakat lintas golongan.
“PKB bukan milik satu kelompok. PKB adalah milik semua yang ingin berjuang untuk keadilan sosial, persatuan, dan kesejahteraan rakyat,” tegas Yusra.
Yusra mengungkapkan bahwa agenda prioritas kepengurusan DPW PKB Sulut ke depan adalah penguatan struktur organisasi dari tingkat wilayah hingga akar rumput, sekaligus memperluas basis kader dan simpatisan partai.
Ia juga menyampaikan bahwa pengukuhan penuh DPW PKB Sulut dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Maret 2026, sebagai bagian dari konsolidasi lanjutan kepengurusan.
Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Yusra Alhabsyi dipercaya memimpin Dewan Tanfidz DPW PKB Sulut dengan didukung jajaran pengurus lainnya. Seperti Sekretaris Dewan Tanfidz, H. Sarhan Antili dan
Bendahara Dewan Tanfidz Muliadi Paputungan.
Sementara itu, Dewan Syura DPW PKB Sulut dipimpin Pdt. Simon Servius Rawis, S.Th., M.Pd., yang pengukuhannya menegaskan komitmen PKB Sulut terhadap nilai kebhinekaan dan persaudaraan lintas iman.
Dengan kepemimpinan Yusra Alhabsyi, DPW PKB Sulut optimistis mampu memperkuat konsolidasi internal partai, memperluas dukungan masyarakat, serta memainkan peran strategis dalam pembangunan dan dinamika politik daerah. (*)





