TOTABUAN.CO BOLMONG —Di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah yang menghimpit, langkah nyata dan solusi kreatif menjadi kunci utama dalam memutar roda pembangunan. Inilah yang kini tengah dibuktikan oleh Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta.
Melalui program unggulan dalam kerangka “Nusaraya”, Pemkab Bolmong meluncurkan sebuah inovasi strategis. pembangunan infrastruktur berbasis padat karya. Fokus utamanya bukan sekadar membangun fisik, melainkan melibatkan kekuatan terbesar daerah, yakni masyarakatnya sendiri.
Targetnya tidak main-main. Sebanyak 35 kilometer jalan perkebunan kini tengah dikebut pengerjaannya. Jalan-jalan ini bukan hanya hamparan aspal atau pengerasan tanah, melainkan urat nadi ekonomi bagi para petani di pelosok Bolmong.
Keterlibatan masyarakat
dengan sistem padat karya, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka turun tangan langsung, bekerja untuk daerahnya, dan secara otomatis mendapatkan tambahan penghasilan yang berdampak langsung pada dapur keluarga mereka. Inilah esensi dari pembangunan yang memanusiakan manusia membangun infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga.
“Akses jalan perkebunan yang layak akan memangkas biaya logistik dan mempermudah mobilisasi hasil bumi. Petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen, kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan nilai jual komoditas mereka,” kata Yusra.
Yusra Alhabsyi membuktikan bahwa keterbatasan APBD bukanlah tembok penghalang. Dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, pembangunan 35 kilometer jalan perkebunan ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi Bolaang Mongondow dari garis terdepan perkebunan. Ia berharap, satu langkah kecil di jalan perkebunan, adalah satu lompatan besar bagi kesejahteraan masyarakat Bolmong. (*)





