TOTABUAN.CO BOLMONG — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memastikan kuota awal peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Bolmong sebanyak 300 siswa. Kepastian ini diperoleh usai Audiensi Sekolah Rakyat Tahap III antara Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi dan jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kantor Kemensos RI, Jakarta Pusat.
Kuota awal tersebut terbagi merata pada tiga jenjang pendidikan, yakni 100 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), 100 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 100 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Sementara itu, kapasitas maksimal Sekolah Rakyat Bolmong mencapai 1.000 peserta didik.
Peserta didik yang akan diterima di Sekolah Rakyat Bolmong diprioritaskan anak-anak penduduk asli Kabupaten Bolaang Mongondow, yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, serta berasal dari keluarga miskin ekstrem desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa penetapan kuota ini merupakan langkah awal untuk memastikan program Sekolah Rakyat tepat sasaran.
“Kuota 300 peserta didik ini adalah tahap awal. Pemerintah daerah memastikan anak-anak yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin ekstrem dan membutuhkan. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi mereka,” ujar Yusra.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat Bolmong dirancang untuk terus berkembang seiring dengan kesiapan sarana dan prasarana, sehingga jumlah peserta didik dapat bertambah hingga mencapai kapasitas maksimal.
“Dengan kapasitas hingga 1.000 anak, kami berharap Sekolah Rakyat Bolmong dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Bolmong sendiri direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2027, setelah melalui tahapan pembangunan fisik, serta proses seleksi guru dan peserta didik sesuai ketentuan Kementerian Sosial RI. (*)





