TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan TP-PKK Kota Kotamobagu, Perum Bulog, distributor lokal, serta peternak unggulan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri, Senin (12 Januari 2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian launching Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kota Kotamobagu, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
Pelaksanaan GPM Mandiri yang dipusatkan di Kelurahan Kotamobagu mendapat sambutan antusias dari warga. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok bahkan habis terjual hanya dalam waktu sekitar dua jam, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Ketua Panitia HUT ke-116 Kota Kotamobagu, Fenti Dilasandi Mifta, mengatakan cepatnya bahan pangan habis terjual menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hampir seluruh bahan pangan yang kami sediakan habis terjual dalam waktu sekitar dua jam. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk menambah volume komoditas pada kegiatan serupa ke depan,” ujar Fenti.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah Mandiri merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga pangan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kegiatan ini bukan hanya bagian dari perayaan HUT ke-116 Kota Kotamobagu, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” kata Weny.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kotamobagu akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta mengatakan, pasar murah tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari.
“Pasar murah ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga bagian dari kontribusi TP-PKK dalam menyukseskan rangkaian HUT ke-116 Kota Kotamobagu,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras SPHP Rp11.400 per kilogram (500 kg), minyak goreng Minyak Kita Rp15.000 per liter (120 liter), gula pasir Rp16.000 per kilogram (50 kg), bawang putih Rp32.000 per kilogram (25 kg), bawang merah Rp36.000 per kilogram (25 kg), cabai rawit Rp20.000 per kilogram (35 kg), serta telur ayam Rp2.200 per butir (300 butir). Seluruh komoditas tersebut ludes terjual dalam waktu sekitar dua jam.
Pemkot Kotamobagu berharap Gerakan Pangan Murah Mandiri ini dapat berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah, menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, serta memperkuat daya beli masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat HUT ke-116 Kota Kotamobagu dengan menghadirkan program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. (*)





